Ning Ita meninjau langsung pelatihan pembuatan minuman ala kafe berbahan kecap di Lapas Kelas IIB Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto mendorong warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk mandiri setelah kembali ke masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan bidang kuliner yang digelar di Lapas Kelas IIB Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita meninjau langsung pelatihan pembuatan minuman ala kafe berbahan kecap dan pembuatan keripik tersebut, Senin (7/9). Ia didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad.
Sebanyak 60 warga binaan yang merupakan warga Kota Mojokerto mengikuti pelatihan selama dua hari, 7–8 September 2026.
Ning Ita mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Mojokerto meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk warga binaan yang nantinya akan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Khusus untuk tahun 2026 ini ada sasarannya dari warga binaan di Lapas Mojokerto. Sehingga, harapannya, mereka yang nanti sudah keluar memiliki keterampilan yang bisa dijadikan sebagai salah satu modal untuk mereka berwirausaha, khususnya kuliner,” tuturnya.
Menurut Ning Ita, bidang kuliner dipilih karena memiliki peluang usaha yang cukup besar di Kota Mojokerto. Pertumbuhan restoran, kafe, warung makan, hingga usaha kuliner kaki lima menunjukkan sektor tersebut masih memiliki ruang bagi pelaku usaha baru.
Bahkan, sektor perdagangan yang berkaitan dengan aktivitas kuliner memberikan kontribusi lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.
“Setiap tahun tumbuh bermunculan tempat-tempat kuliner, apakah itu resto, kafe, warung-warung, dan bahkan pedagang kuliner kaki lima banyak sekali. Sehingga, peluang usaha di bidang kuliner itu masih terbuka sangat luas bagi siapa saja yang ingin berusaha di wilayah Kota Mojokerto, termasuk para mantan warga binaan dari lapas ini,” jelasnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan selama mengikuti pelatihan. Setelah bebas, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai modal awal untuk membuka usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Keterampilan ini mudah-mudahan bisa menjadi modal bagi mereka ketika sudah kembali ke masyarakat,” harap Ning Ita.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap warga binaan.
Menurutnya, kehadiran langsung wali kota menunjukkan adanya dukungan pemerintah daerah terhadap proses pembinaan dan persiapan warga binaan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
“Kami jajaran Lapas Mojokerto mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada Ibu Wali Kota Mojokerto. Beliau hadir di tengah-tengah warga binaan yang sedang menjalani pidana, yang sebagian juga merupakan warga Kota Mojokerto,” kata Arifin.
Ia berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata dan mampu meningkatkan kepercayaan diri warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini kami berharap mereka punya bekal yang nantinya bisa untuk kemandirian mereka setelah bebas dari Lapas Mojokerto,” pungkasnya. *ds
#lapasmojokerto #kotamojokerto




