Kebakaran melanda kawasan hutan Blok Sawahan, wilayah operasional Taman Hutan Raya.(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kebakaran melanda kawasan hutan Blok Sawahan, wilayah operasional Taman Hutan Raya (Tahura) Resort 06 Mojokerto, yang meliputi Jatirejo dan Gondang, di Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis (20/8) malam.
Kobaran api yang muncul di kawasan hutan tersebut langsung mendapat penanganan dari berbagai unsur. TNI bersama BPBD, Polri, Tahura, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan bergerak melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke kawasan lainnya.
Dari unsur TNI, tiga personel Koramil 0815/18 Gondang Kodim 0815/Mojokerto diterjunkan ke lokasi. Mereka bersinergi dengan enam personel Polsek Gondang, 14 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto, dua personel Perhutani, 13 personel Tahura, dua personel LMDH, serta empat personel MPA dan relawan.
Informasi kebakaran pertama kali diketahui warga Dusun Blentreng sekitar pukul 19.30 WIB. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada BPBD Kabupaten Mojokerto.
Sekitar pukul 20.00 WIB, TRC BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Personel Koramil dan Polsek Gondang kemudian turut membantu mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan langkah antisipasi agar api tidak meluas.
Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Warudi mengatakan, respons cepat dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan personel untuk membantu pemadaman. Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga sinergi antara TNI, BPBD, Polri, Tahura, Perhutani, LMDH, MPA, relawan dan masyarakat sangat penting untuk mencegah api semakin meluas,” ujar Kapten Inf Warudi.
Selain pemadaman, personel gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali membesar.
“Kami bersama unsur terkait terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan api benar-benar terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan hutan, karena kondisi panas dan angin dapat menyebabkan api dengan cepat merambat,” tambahnya.
Berkat penanganan secara terpadu, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.40 WIB. Selanjutnya, hingga pukul 22.00 WIB, petugas melanjutkan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.
Diduga Dipicu Cuaca Panas dan Angin
Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan area hutan seluas kurang lebih tiga hektare. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 11 kilometer dari permukiman warga Dusun Blentreng.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan anggota Tahura, Supono, kebakaran diduga dipengaruhi kondisi cuaca yang cukup ekstrem, terutama suhu panas dan angin kencang di kawasan tersebut.
Meski api telah berhasil dipadamkan, unsur gabungan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Selain memastikan kondisi pascakebakaran, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan hutan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan konservasi di wilayah Mojokerto. *pendim0815/ds
#kodim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto #
