Pemkab bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memaparkan Detail Engineering Design (DED) atau rekayasa teknis detail berupa gambar dan video 3D jembatan layang (flyover) Gedangan.(Suaraharianpagi.id/Redaksi)
Sidoarjo – Suaraharianpagi.id
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Gedangan semakin dekat dengan realisasi. Dalam pertemuan strategis yang digelar di Opsroom Pemkab Sidoarjo pada Jumat (26/6/2026), Pemkab bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memaparkan Detail Engineering Design (DED) atau rekayasa teknis detail berupa gambar dan video 3D jembatan layang (flyover) Gedangan.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa seluruh dokumen perencanaan teknis telah rampung. Saat ini, fokus utama dialihkan pada tahapan krusial, yaitu pembebasan lahan.
โHari ini proses sudah berjalan penuh. DED dan perencanaan teknis sudah selesai semuanya. Tinggal tahapan pembebasan lahan. Sosialisasi sudah kita lakukan bulan Juni, dan appraisal (penilaian harga tanah) ditargetkan selesai pada bulan Juli,โ kata Bupati Subandi usai pertemuan.
Subandi menjelaskan urgensi penyelesaian appraisal agar proses pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan dapat segera dilakukan. Terdapat 105 bidang tanah yang akan dibebaskan, membentang dari area utara dekat Bank BCA hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya.
“Jika appraisal selesai di bulan Juli, maka pembayaran bisa dilakukan di bulan Agustus atau September. Saat ini kami memiliki anggaran sekitar Rp 200 miliar, namun total kebutuhan mencapai Rp 450 miliar. Kekurangannya akan kita upayakan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026,” jelasnya.
Dengan terpenuhinya anggaran dan kelancaran pembebasan lahan, Bupati optimistis fisik pembangunan flyover Gedangan dapat dimulai dan berdiri kokoh pada tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Sumber Daya Air dan Pertanahan (PUBMSDA) Sidoarjo, M Mahmud, mengungkapkan bahwa masih ada beberapa aspek desain yang perlu disinkronisasi lebih lanjut dengan PT KAI dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Salah satu poin diskusi adalah posisi stasiun kereta api yang berada di sebelah barat perempatan Gedangan. Selain itu, Pemkab juga mengusulkan penambahan elemen estetika berupa taman-taman di bagian bawah flyover agar kawasan tersebut terlihat lebih hijau dan asri.
“Kami juga mengusulkan pelebaran jalur putar balik (U-turn). Area ini kerap dilalui truk besar dan tronton, sehingga perlu penyesuaian dimensi agar manuver kendaraan berat lebih aman,” ujar Mahmud.
Mahmud juga menyoroti pentingnya penyesuaian ketinggian flyover. Mengingat rencana pengembangan jalur kereta api menjadi double track pada tahun 2029, elevasi jembatan layang harus dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu operasional perkeretaapian di masa depan.
Melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, pusat, dan BUMN, diharapkan proyek strategis ini dapat berjalan lancar dan memberikan solusi permanen bagi kemacetan di salah satu titik tersibuk di Kabupaten Sidoarjo.(Red)




