Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (suaraharianpagi.id/put)
Semarang – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk meniadakan perayaan kembang api pada malam pergantian Tahun Baru. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan penghormatan atas musibah bencana alam yang terjadi di Aceh dan sejumlah wilayah sekitarnya, yang menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian Kota Semarang terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah tertimpa bencana. Menurutnya, perayaan yang bersifat hura-hura tidak selaras dengan suasana kebatinan bangsa saat ini.
“Kita ingin menunjukkan rasa empati dan kebersamaan. Di saat saudara-saudara kita di Aceh dan daerah lain sedang berduka, sudah sepatutnya kita menahan diri dan mengganti perayaan dengan kegiatan yang lebih bermakna,” ujar Agustina.
Sebagai gantinya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Semarang untuk mengisi malam pergantian tahun dengan doa lintas agama secara bersama-sama, guna memohon keselamatan, kekuatan, serta pemulihan bagi para korban bencana. Doa bersama ini juga diharapkan menjadi momentum refleksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
Agustina menegaskan bahwa Tahun Baru seharusnya dimaknai tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai waktu untuk introspeksi, memperbanyak kepedulian sosial, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Mari kita sambut Tahun Baru dengan doa, harapan, dan kepedulian. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan ketabahan, dan bangsa ini senantiasa dilindungi,” tambahnya.
Kebijakan ini mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian warga menyatakan dukungannya dan menilai langkah tersebut sebagai keputusan bijak yang mencerminkan nilai kemanusiaan serta solidaritas nasional. Pemerintah Kota Semarang berharap, melalui doa lintas agama ini, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga di tengah masyarakat. *put
