Peresmian Posko Ramah Muktamirin di Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang.(suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Jombang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Salah satunya dengan menghadirkan Posko Ramah Muktamirin sebagai titik layanan bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., meresmikan Posko Ramah Muktamirin di Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, Senin (24/8/2026). Posko tersebut menjadi salah satu dari lima posko yang disiapkan di wilayah Kecamatan Tembelang.
Peresmian turut dihadiri Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH. Abdurrozaq Sholeh, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur periode 2022–2027 Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Rais Syuriyah PCNU Jombang KH. Achmad Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, serta sejumlah pejabat dan tokoh lintas agama.
Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro, Ketua PDM Jombang Prof. Dr. Ir. Abdul Malik, M.P., IPU, Ketua BAMAG Kabupaten Jombang Pendeta Hosea Hendrik Agustiono, Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang Hanif Julhamsyah, Forkopimcam Tembelang, serta perwakilan Muslimat, Fatayat, IPNU, pelajar, Ansor dan Banser.
Warsubi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut bergotong royong mendirikan lima Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Menurutnya, keberadaan posko tersebut menjadi gambaran semangat masyarakat Jombang dalam menyambut agenda besar NU tersebut.
“Kami menyambut baik berdirinya Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Warga Jombang sangat bergembira menyambut Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” ujar Warsubi.
Ia menjelaskan, selama sekitar 50 hari masa persiapan, Pemkab Jombang intensif berkoordinasi dengan Panitia Lokal untuk memastikan berbagai kebutuhan penunjang Muktamar terpenuhi. Persiapan tersebut meliputi akses jalan, penerangan, publikasi, toilet, kebersihan, keamanan hingga pelayanan kesehatan.
Pemkab Jombang juga menyiapkan dukungan kesehatan bagi para muktamirin. Salah satunya melalui kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas dalam penerapan layanan Jamkesmaskin.
“Kami mengubah Perbup. Biasanya Jamkesmaskin hanya diperuntukkan bagi warga Jombang. Dengan adanya event nasional ini, seluruh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Jombang dapat berobat secara gratis di Kabupaten Jombang dan ter-cover Jamkesmaskin,” jelasnya.
Menurut Warsubi, konsep Posko Ramah Muktamirin juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Jombang. Dukungan terhadap Muktamar tidak hanya datang dari warga NU, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan organisasi.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Muhammadiyah. Selain menyiapkan ambulans dan dukungan fasilitas kesehatan, Muhammadiyah turut menyediakan konsumsi bagi para muktamirin yang singgah di posko.
Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., mengatakan keterlibatan Muhammadiyah merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama jajaran PWM dan PDM se-Jawa Timur untuk turut membantu kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
“Sesuai instruksi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, PWM Muhammadiyah, dan PD Muhammadiyah se-Jawa Timur, kami menugaskan 10 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membantu para muktamirin agar kesehatannya terjaga. Di Jombang ada tiga rumah sakit Muhammadiyah. Kami juga mendukung dengan 10 ribu porsi bakso dan telur gratis untuk para muktamirin,” jelas Sukadiono.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman dan tertib serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH. Abdurrozaq Sholeh menyambut positif keberadaan Posko Ramah Muktamirin. Menurutnya, posko yang digerakkan masyarakat lintas agama tersebut turut meringankan tugas Panlok dalam memberikan pelayanan kepada para peserta.
“Adanya posko ini meringankan beban Panlok Muktamar ke-35 NU. Saya yakin, dengan adanya posko ini Muktamar ke-35 NU akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkap Gus Rozaq.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jombang yang dinilai telah memberikan dukungan penuh sejak tahap awal persiapan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Abah Bupati Jombang yang sejak awal telah all out membantu dan membackup semua tugas Panitia Muktamar ke-35 NU,” tambahnya.
Lima Posko Ramah Muktamirin yang berada di Kecamatan Tembelang tersebar di sejumlah lokasi, yakni Ngledok, Masjid Ar-Rahmat, Pasar Ngrawan, MWCNU Tembelang, serta Masjid Nurul Iman Bedahlawak.
Dukungan Presiden hingga Becak Listrik
Persiapan menyambut Muktamar ke-35 NU juga mendapat dukungan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa bantuan 200 unit becak listrik bagi para pengayuh becak di Kabupaten Jombang.
Bantuan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut diserahkan di Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin (24/8).
Bantuan becak listrik diharapkan dapat menunjang aktivitas harian para pengayuh becak lokal sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan peserta Muktamar selama berada di Jombang.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Dengan berbagai persiapan dan dukungan yang telah dilakukan, Pemkab Jombang bersama masyarakat berupaya memastikan seluruh kebutuhan muktamirin dapat terlayani.
Semangat gotong royong lintas elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan Muktamar yang aman, nyaman, tertib, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta yang datang ke Kabupaten Jombang. *ds
