Para anggota PMI Pamekasan menyalurkan bantuan air Bersih kepada masyarakat.(Suaraharianpagi.id/Muksin)
Pamekasan – Suaraharianpagi.id
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan terus memperluas aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau 2026. Hingga 31 Agustus 2026, PMI Pamekasan telah menyalurkan sebanyak 490.050 liter air bersih kepada 22.772 jiwa di 16 desa yang tersebar di delapan kecamatan.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Dampak El Nino 2026 yang dilaksanakan Markas PMI Pamekasan. Bantuan diberikan kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat terbatasnya sumber air selama musim kemarau.
Ketua PMI Pamekasan Sigit Priyono melalui Sekretaris PMI Pamekasan, Hairul Saleh, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.
“Kegiatan distribusi air bersih terus dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Selain penyaluran air, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PMI memastikan warga memiliki akses terhadap air untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Hairul.
Berdasarkan data PMI Pamekasan, dari total 22.772 jiwa penerima manfaat, sebanyak 52,92 persen merupakan laki-laki, sedangkan 47,08 persen perempuan.
Penerima bantuan juga berasal dari berbagai kelompok usia, mulai balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Kelompok usia dewasa menjadi salah satu kelompok penerima dengan jumlah cukup besar karena kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari juga relatif tinggi.
Hairul menjelaskan, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Pamekasan berdampak terhadap ketersediaan sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Akibatnya, kebutuhan terhadap pasokan air bersih meningkat.
“PMI melalui operasi kemanusiaan ini terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi kekeringan di lapangan,” ujarnya.
PMI Pamekasan, lanjut Hairul, akan terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak, terutama masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Sementara itu, berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan per 1 September 2026, dampak kekeringan di wilayah tersebut jauh lebih luas.
Tercatat 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan dinyatakan terdampak kekeringan akibat musim kemarau 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 281 dusun mengalami dampak kekeringan. Sebanyak 211 dusun masuk kategori kering langka, sementara 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap distribusi air bersih di Pamekasan masih cukup tinggi. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah terdampak.(Muk)
