Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Mojokerto, Dr. H. Rambo Garudo, M.Kes. bersama peserta turnamen sepak bola di lapangan Pulorejo Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Turnamen Piala Presiden 2026 tingkat Kota Mojokerto baru saja digelar di Lapangan Pulorejo, Sabtu-Minggu (20-21/6). Kompetisi sepak bola usia dini tersebut diikuti 16 tim lokal yang terbagi dalam kategori U-10 dan U-12, masing-masing diikuti delapan tim.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu mendapat perhatian langsung dari Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Mojokerto, Dr. H. Rambo Garudo, M.Kes. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah penting dalam pembinaan sepak bola usia dini sekaligus sarana pencarian bakat bagi generasi muda Kota Mojokerto.
Ia mengaku optimistis terhadap masa depan sepak bola Indonesia melalui pembinaan yang dilakukan sejak usia dini.
“Di wajah anak-anak ini, saya melihat masa depan sepak bola Indonesia; semangat, disiplin, sportivitas, dan keberanian untuk bermimpi,” katanya.
Menurut Dr. Rambo, pembinaan sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi pesepak bola yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Sebagai Ketua PSSI, saya percaya bahwa pembinaan sejak usia dini adalah jalan penting untuk melahirkan generasi hebat, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai anak bangsa yang berkarakter.” tuturnya.
Lebih lanjut, Dr. Rambo menilai Piala Presiden 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi sepak bola nasional dari daerah. Turnamen ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Piala Presiden 2026 adalah langkah strategis untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional dari daerah. Turnamen ini memberi kesempatan yang lebih adil bagi talenta muda untuk menunjukkan kualitasnya dan menjadi bagian dari masa depan sepak bola bangsa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Askot PSSI Kota Mojokerto terus berkomitmen mengembangkan pembinaan usia dini secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas kompetisi lokal, penguatan Sekolah Sepak Bola (SSB), serta membuka akses lebih luas bagi pemain muda untuk mengikuti seleksi dan turnamen tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, pihaknya juga membangun kolaborasi dengan sekolah, klub sepak bola, serta berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif dan terstruktur.
“Kami mendukung penuh melalui penyelenggaraan kompetisi berjenjang, serta membangun kolaborasi dengan sekolah, klub, dan berbagai pemangku kepentingan agar pembinaan berjalan lebih terstruktur,” jelasnya.
Untuk mendukung proses pengembangan pemain, Askot PSSI Kota Mojokerto juga menyiapkan program pemantauan bakat secara berkala. Pemain-pemain potensial nantinya akan dihimpun dalam basis data khusus yang menjadi acuan dalam proses pembinaan lanjutan.
“Strateginya adalah memperbanyak kompetisi usia dini, melakukan pemantauan bakat secara berkala, dan membentuk basis data pemain potensial sehingga proses pembinaan dan pengembangan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Rambo juga memberikan motivasi kepada para pemain muda agar tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga menjunjung tinggi disiplin, kerja keras, dan karakter yang baik.
“Teruslah berlatih dengan disiplin, rendah hati, dan pantang menyerah. Bakat akan membawa kalian ke lapangan, tetapi karakter dan kerja keraslah yang akan membawa kalian meraih prestasi,” pesannya.
Ke depan, Askot PSSI Kota Mojokerto menargetkan lahirnya lebih banyak pemain berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional. Penguatan ekosistem pembinaan sepak bola berkelanjutan juga menjadi prioritas utama guna menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu daerah penghasil talenta sepak bola terbaik di Indonesia.
“Target kami adalah melahirkan lebih banyak pemain Mojokerto yang mampu bersaing di level nasional, memperkuat ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, serta menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu daerah penghasil talenta sepak bola terbaik di Indonesia,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Piala Presiden 2026 tingkat Kota Mojokerto, diharapkan semakin banyak bibit-bibit pesepak bola muda yang lahir dan berkembang melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, terarah, serta berkelanjutan. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto #pssikotamojokerto
