Bupati Mojokerto Gus Barra saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan ketua dan pengurus PKK.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi mengukuhkan Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto periode 2025–2030. Prosesi pengukuhan yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Jumat (14/11), dipimpin langsung Bupati Mojokerto Muhammad Albarra.
Agenda ini dirangkai dengan Pertemuan Rutin Pleno PKK bertema “Komunikasi Efektif dalam Berorganisasi.”
Pengukuhan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/389/HK/416-012/2025. Sekitar 200 peserta hadir, terdiri dari pengurus PKK kabupaten, Dharma Wanita, TP PKK kecamatan, serta sejumlah organisasi perempuan seperti PERWOSI dan GOW.
Dalam struktur yang dibacakan, Shofiya Hana Al Barra ditetapkan sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto. Ia akan memimpin bersama jajaran ketua bidang, di antaranya:
– Widia Puji Astuti (Pembinaan Karakter Keluarga)
– Sri Bambang Eko (Pendidikan dan Ekonomi Keluarga)
– dr. Linda Teguh Gunarko (Penguatan Ketahanan Keluarga)
– Ny. dr. Amellia Fitri Octavian (Kesehatan dan Lingkungan Keluarga)
Dalam sambutannya, Shofiya menekankan pentingnya pengurus baru menjaga amanah dan memperkuat peran PKK sebagai energi positif dalam peningkatan kualitas keluarga.
“Tantangan zaman terus berkembang, namun semangat pengabdian tidak boleh padam. PKK harus mampu berinovasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat untuk membangun keluarga berdaya saing, sejahtera, dan berakhlak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadi inspirasi dan memperkuat sinergi.
“Terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah memberikan fondasi kuat bagi keberlanjutan program PKK,” tambahnya.
Bupati Albarra dalam arahannya menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah, terutama dalam percepatan pembangunan manusia.
Ia meminta seluruh pengurus menyelaraskan program dengan kebijakan daerah terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem, pendidikan, kesehatan, serta ketahanan pangan.
“Pernikahan dini berdampak pada psikologis anak, meningkatkan risiko perceraian, dan menambah angka kemiskinan. PKK harus aktif memberi edukasi untuk menekan kasus tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, ibu adalah benteng pertama dalam menjaga anak dari pengaruh negatif lingkungan.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat tangguh dan bangsa bermartabat. Gerakan PKK harus memperkuat edukasi dan pendampingan,” ujarnya.
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati Albarra menyampaikan apresiasi atas capaian TP PKK dalam penurunan angka stunting.
Kerja kolaboratif lintas sektor mengantarkan Kabupaten Mojokerto meraih Dana Insentif Fiskal 2025 sebesar Rp6,9 miliar.
Melalui pengukuhan ini, Pemkab Mojokerto berharap TP PKK periode 2025–2030 semakin solid dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.
Kegiatan pleno juga diisi materi komunikasi organisasi serta sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga kader desa, Kabupaten Mojokerto menargetkan gerakan pemberdayaan keluarga dapat berjalan lebih progresif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. *dsy
