Suasana di pintu masuk tempat pendaftaran peserta resmi Muktamar ke-35 NU, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026).(Foto:Istimewa)
Jombang – suaraharianpagi.id
Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memperketat proses pemeriksaan dan verifikasi peserta yang akan memasuki arena utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Penerapan sistem tersebut terlihat saat rombongan peserta mulai berdatangan pada Rabu (26/8). Panitia memastikan hanya muktamirin yang telah terdaftar dan terverifikasi yang dapat melanjutkan proses registrasi hingga menuju lokasi penginapan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setiap bus yang membawa rombongan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) maupun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) langsung menjalani pemeriksaan setibanya di gerbang pesantren.
Peserta yang namanya tercatat dalam sistem diperbolehkan turun dari kendaraan untuk membawa koper dan mengikuti proses registrasi. Sementara anggota rombongan lain yang tidak termasuk peserta resmi diarahkan tetap berada di dalam bus dan menuju lokasi penampungan di luar kawasan utama.
Setelah dokumen dan identitas dinyatakan sesuai, muktamirin kemudian diarahkan menuju tempat penginapan menggunakan becak listrik yang telah disediakan panitia.
Verifikasi Peserta Dilakukan Berlapis
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, sistem pemeriksaan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan seluruh peserta yang berada di kawasan Muktamar merupakan pihak yang memiliki akses resmi.
Menurutnya, panitia tetap mengedepankan pelayanan yang ramah, tetapi pemeriksaan administrasi tidak dapat dikesampingkan.
“Hanya muktamirin yang terverifikasi secara sah yang berhak mendapatkan ID card resmi dan diarahkan menuju lokasi penginapan yang telah ditentukan,” ujar Gus Rozaq.
Dengan mekanisme tersebut, panitia dapat mengendalikan arus kedatangan peserta sekaligus mengantisipasi masuknya pihak yang tidak memiliki kepentingan resmi ke area utama Muktamar.
Diperkuat CCTV dan Teknologi AI
Pengamanan dan pengawasan peserta juga diperkuat dengan sistem digital. Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, panitia telah menempatkan lebih dari 100 kamera CCTV di sejumlah titik strategis.
Seluruh kamera tersebut terhubung dengan command center sehingga kondisi di berbagai lokasi dapat dipantau secara langsung.
Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk pengawasan keamanan. Sistem registrasi peserta juga dilengkapi ID card berbasis cip yang dirancang untuk mencegah duplikasi identitas.
Selain itu, panitia memanfaatkan teknologi AI yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp. Sistem tersebut dapat digunakan peserta untuk memperoleh informasi lokasi kamar, melaporkan barang yang hilang hingga mengirimkan informasi terkait kondisi darurat medis.
Gus Ipul mengatakan penerapan sistem digital tersebut membuat proses registrasi dan pergerakan peserta dapat dipantau dengan lebih terstruktur.
“Bahkan kita sudah melibatkan teknologi. Jadi tak ada yang bisa main-main. Setiap pendaftaran dan kegiatan sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat, kami sudah tahu nama-nama yang ditetapkan secara resmi,” tegasnya saat meninjau kesiapan Muktamar, Selasa (25/8).
Penerapan sistem tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya panitia meningkatkan pelayanan dan keamanan selama pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi NU.
Rangkaian Muktamar Berlangsung hingga 31 Agustus
Berdasarkan Surat Edaran PBNU Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026, rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung mulai 26 hingga 31 Agustus 2026.
Agenda diawali dengan proses registrasi peserta dan pembukaan pada 26–27 Agustus. Selanjutnya, peserta akan mengikuti sejumlah agenda persidangan, termasuk Sidang Pleno dan Bahtsul Masail pada 28–29 Agustus.
Salah satu agenda penting adalah pemilihan kepemimpinan PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026.
Sementara rangkaian Muktamar dijadwalkan ditutup pada Ahad (30/8) pagi di Halaman GSG. Setelah penutupan, agenda dilanjutkan dengan konferensi pers terkait kepemimpinan baru PBNU.
Dengan kombinasi pemeriksaan berlapis dan dukungan teknologi digital, panitia Muktamar ke-35 NU berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, serta memberikan pelayanan optimal kepada para peserta. *ds
#muktamar #nu
