Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang menjadi salah satu venue sidang Muktamar ke-35 NU.(Foto: Istimewa)
Jombang – suaraharianpagi.id
Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai terlihat dari draf jadwal yang disiapkan panitia. Sejumlah agenda strategis dalam forum tertinggi NU tersebut bahkan telah ditetapkan waktu pelaksanaannya.
Berdasarkan draf tersebut, rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung mulai 26 Agustus hingga 30 Agustus 2026. Sementara agenda utama berupa penentuan kepemimpinan NU periode 2026-2031 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Agenda tersebut mencakup pemilihan dan penetapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), penetapan Rais Aam, hingga pemilihan Ketua Umum PBNU.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan check-in peserta pada Rabu (26/8). Proses registrasi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB di MTs dan MA Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Pada malam harinya, peserta dijadwalkan mengikuti Istighotsah Kubro di halaman Gedung Serbaguna Hasbullah Said (GSG), mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.
Memasuki Kamis (27/8/2026), peserta mengikuti sejumlah agenda persiapan sebelum seremoni pembukaan. Pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 hingga 22.15 WIB di Lapangan Untung Suropati.
Prosesi pembukaan dalam draf tersebut meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan salawat, sambutan Gubernur Jawa Timur, laporan Ketua Panitia Muktamar NU ke-35, penyerahan materi muktamar kepada Ketua Umum PBNU, sambutan Ketua Umum PBNU, khutbah iftitah Rais Aam PBNU, serta amanat Presiden RI.
Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sebelumnya menyampaikan bahwa PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta kesediaannya membuka langsung Muktamar ke-35 NU.
“Insya Allah, PBNU telah berkirim surat kepada Bapak Presiden Prabowo untuk bisa membuka secara langsung Muktamar ke-35 pada 27 Agustus. Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan,” kata Gus Ipul usai meninjau persiapan Muktamar di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (20/8).
Persidangan Dimulai Jumat
Setelah seremoni pembukaan, agenda Muktamar memasuki tahapan persidangan pada Jumat (28/8).
Sidang Pleno I dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-11.30 WIB. Agenda yang tercantum meliputi pembahasan tata tertib persidangan serta pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum.
Selanjutnya, Sidang Pleno II berlangsung pukul 13.30-17.00 WIB. Sidang ini membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum peserta terhadap LPJ, serta jawaban atas pandangan umum tersebut.
Pada malam hari, peserta dijadwalkan mengikuti sidang enam komisi mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB.
Enam komisi tersebut terdiri atas Komisi A Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah, Komisi B Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, Komisi C Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah, Komisi D Organisasi, Komisi E Program, dan Komisi F Rekomendasi.
Persidangan komisi digelar di sejumlah lokasi di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, antara lain halaman MAN 3, Aula Ma’had Aly, Aula Madrasah Fatah Hasyim, Aula GSG, Aula Kampus IAIBAFA, dan Aula Unwaha.
Sabtu Menjadi Titik Krusial
Tahapan penting Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8). Selain lanjutan persidangan komisi, agenda pada pagi hari juga mencantumkan tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Setelah jeda istirahat dan makan siang, persidangan dilanjutkan dengan Sidang Pleno III yang membahas laporan sekaligus pengesahan hasil sidang komisi. Berikutnya, Sidang Pleno IV dijadwalkan berlangsung pukul 15.30-17.30 WIB.
Puncak tahapan organisasi kemudian dijadwalkan melalui Sidang Pleno V pada pukul 19.30-23.30 WIB.
Dalam draf jadwal, forum tersebut memuat sejumlah agenda strategis. Di antaranya demisioner Pengurus Besar NU masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, sidang anggota AHWA untuk menetapkan Rais Aam masa khidmah 2026-2031, pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031, serta penetapan mid formatur.
Artinya, jika mengacu pada draf tersebut, proses pergantian kepemimpinan NU untuk masa khidmah 2026-2031 menjadi salah satu agenda utama yang diproyeksikan berlangsung pada Sabtu malam.
Penutupan Minggu Pagi
Seluruh rangkaian muktamar kemudian dijadwalkan ditutup pada Minggu (30/8) pagi.
Seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 08.30-10.15 WIB di ruang pleno atau halaman GSG. Agenda tersebut meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan salawat, laporan panitia, penyerahan hasil muktamar, serta sambutan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU terpilih.
Rangkaian penutupan diakhiri dengan doa. Setelah itu, peserta dijadwalkan mengikuti konferensi pers, kembali ke daerah masing-masing, serta menjalani proses check-out panitia dan peserta hingga pukul 12.00 WIB.
Meski demikian, seluruh rangkaian tersebut masih mengacu pada draf jadwal yang disiapkan panitia. Jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan dan keputusan panitia Muktamar ke-35 NU.
Registrasi peserta sendiri dalam draf tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26-27 Agustus 2026. *ds
#muktamar #nu #pondok
