Ning Ita berikan cenderamata kepada Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Meski memiliki wilayah yang relatif kecil dan minim sumber daya alam, Kota Mojokerto kembali menarik perhatian tingkat nasional. Kali ini, kota berjuluk Kota Onde-Onde tersebut menjadi lokasi kunjungan lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6), merupakan bagian dari pendalaman penyusunan policy brief atau rekomendasi kebijakan. Kota Mojokerto dipilih karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi dan kebijakan yang mampu mengubah keterbatasan menjadi berbagai capaian pembangunan.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat berbagai program pemberdayaan agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas.
Berbagai program yang dijalankan antara lain pelatihan peningkatan kapasitas usaha, pengemasan dan branding produk, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui event regional maupun nasional, hingga pendampingan sertifikasi produk secara berkelanjutan.
“Khusus sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM yang ada, sebanyak 3.430 usaha atau sekitar 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan sisanya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan BPJPH,” ujar wali kota yang akrab disapa Ning Ita.
Menurutnya, berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekonomi daerah. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto tercatat sebesar 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,32 persen.
Bahkan pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.
“Capaian ini tentu tidak membuat kami berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan global,” tegasnya.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menilai Kota Mojokerto layak disebut sebagai laboratorium kepemimpinan karena berbagai kebijakan yang diterapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tujuan utama PKN adalah membentuk karakter dan kapasitas pemimpin yang mampu merumuskan serta mengimplementasikan kebijakan secara efektif.
“Kota Mojokerto menunjukkan bagaimana sebuah kebijakan dapat dijalankan dengan baik hingga menghasilkan kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran penting bagi para peserta,” katanya.
Ia juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang berada di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Selain itu, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berkembang menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi yang patut dicontoh.
“Kami ingin menggali berbagai praktik terbaik yang ada di sini untuk dianalisis dan dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang nantinya akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menjelaskan bahwa fokus penyusunan policy brief tahun ini meliputi tiga isu strategis, yakni penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, serta hilirisasi industri kecil dan menengah.
Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki banyak contoh keberhasilan yang relevan dengan tema tersebut sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk studi lapangan.
“Banyak praktik baik yang bisa kami pelajari di Mojokerto. Karena itu kami datang untuk melihat langsung implementasi kebijakan yang telah berjalan dan menghasilkan dampak positif,” jelas Widyaiswara Ahli Utama LAN RI tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan ini, peserta PKN juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi strategis, di antaranya Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan.
Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan bagi peserta pendidikan kepemimpinan nasional. Pada tahun 2024, kota ini juga dipercaya menjadi lokus Studi Lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
