Warga binaan lapas kelas IIB Mojokerto saat nobar film G30S/PKI.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Menanamkan rasa nasionalisme dan memperkuat wawasan kebangsaan menjadi bagian dari pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Salah satunya dilakukan melalui pemutaran film sejarah Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang diikuti warga binaan di aula utama Lapas Mojokerto, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan nonton bareng (nobar) tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengingat kembali salah satu peristiwa dalam sejarah Indonesia sekaligus mengajak warga binaan memahami pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Warga binaan mengikuti pemutaran film secara bersama-sama di aula utama. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, petugas dari jajaran Registrasi dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) turut melakukan pengawasan selama acara berlangsung.
Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Mojokerto, Anggi Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak Warga Binaan untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa serta menumbuhkan rasa nasionalisme. Nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air penting untuk terus ditanamkan dalam proses pembinaan,” ujar Anggi, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, pengenalan sejarah bangsa diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga binaan tentang pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal dalam membangun sikap positif selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Antusiasme juga terlihat dari warga binaan yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Salah seorang warga binaan berinisial DG mengungkapkan bahwa pemutaran film tersebut menjadi pengingat untuk menghargai sejarah dan perjuangan para pahlawan.
“Kegiatan ini mengingatkan kami tentang sejarah bangsa dan pentingnya menjaga persatuan serta menghargai perjuangan para pahlawan,” ungkap DG.
Kegiatan berlangsung tertib dengan pengawasan petugas. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto terus berupaya menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat bagi warga binaan, baik dalam meningkatkan pengetahuan maupun membangun kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendukung proses perubahan perilaku warga binaan sehingga mereka memiliki bekal karakter dan wawasan yang lebih baik saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.(Dsy)




