Ning Ita sambut kunjungan studi benchmarking Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan Ruang Milik Jalan (Rumija) sebagai lokasi penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi menarik perhatian Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Hal itu ditandai dengan kunjungan studi benchmarking yang dipimpin Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, dan diterima langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Rabu (5/8).
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan, optimalisasi PAD dari pemanfaatan Rumija mulai menjadi fokus utama pada periode kepemimpinannya yang kedua. Kebijakan tersebut merupakan respons atas arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah mampu menghadirkan skema creative financing dan innovative financing untuk memperkuat kemandirian fiskal di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
“Potensi ini sebenarnya sudah ada sejak periode pertama, tetapi belum kami optimalkan. Memasuki tahun 2025, ketika ada arahan mengenai creative financing, innovative financing, peningkatan PAD, dan adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), kami sepakat untuk bergerak cepat mengoptimalkan potensi tersebut,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, penataan pemanfaatan Rumija tidak dilakukan dengan mudah. Pemerintah Kota Mojokerto harus membangun komitmen lintas sektor, termasuk menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh penyelenggara infrastruktur telekomunikasi mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Dalam prosesnya kami melakukan penyegelan terhadap provider dan meminta dukungan dari aparat. Alhamdulillah, dari potensi pendapatan sebesar Rp27,2 miliar, saat ini sekitar Rp17 miliar telah berhasil masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Ning Ita berharap kunjungan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman terkait regulasi, strategi, hingga implementasi pengelolaan Rumija sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.
“Semoga sinergi ini tidak berhenti pada kunjungan hari ini saja. Saya yakin setiap daerah memiliki potensi masing-masing. Melalui saling berbagi pengalaman, kita bisa saling belajar untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat mengungkapkan bahwa Kota Mojokerto dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam mengoptimalkan PAD melalui pemanfaatan Rumija.
Menurutnya, Pemerintah Kota Lubuk Linggau ingin mempelajari regulasi yang diterapkan Kota Mojokerto agar dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan serupa di daerahnya.
“Kami ingin mempelajari regulasi yang diterapkan Kota Mojokerto. Dari penjelasan Ibu Wali Kota, jika menggunakan mekanisme retribusi maka pendapatannya tidak akan maksimal, sehingga skema sewa menjadi pilihan yang lebih efektif. Kami sudah menyusun Peraturan Wali Kota dan ke depan akan kami tingkatkan menjadi Peraturan Daerah agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat,” jelas Rachmat.
Melalui semangat kolaborasi antardaerah, Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen terus menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan sekaligus membuka ruang berbagi praktik-praktik terbaik. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian fiskal Kota Mojokerto, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi daerah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
