Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan. Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes dan hipertensi, menjadi alarm penting agar pola hidup sehat mulai dibudayakan sejak sekarang.
Pesan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (10/8).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, kasus PTM, khususnya diabetes dan hipertensi, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena PTM tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas masyarakat.
“Angka penyakit tidak menular ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Kalau kita melihat datanya, peningkatannya cukup besar. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama mencari cara agar angka penyakit ini tidak terus meningkat,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, pencegahan PTM tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian menjadi salah satu kunci utama untuk menekan risiko penyakit tersebut.
“Oleh karena itu, pola hidup sehat ini harus terus kita budayakan. Jangan sampai kita baru peduli terhadap kesehatan ketika sudah sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kesehatan sejak awal, melalui pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang rutin,” tuturnya.
Ning Ita menekankan bahwa aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan melalui olahraga berat atau membutuhkan fasilitas khusus. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, senam, maupun aktivitas fisik lainnya dapat dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
“Jadikan olahraga itu sebagai kebutuhan. Kebutuhan karena kita pengin sehat, karena kita pengin hidup panjang dan produktif. Tidak sakit-sakitan,” pesannya.
Untuk membangun kebiasaan tersebut di tingkat masyarakat, Ning Ita mendorong kader kesehatan, pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat turut menjadi penggerak. Kegiatan seperti jalan sehat, senam bersama, maupun aktivitas fisik lainnya dapat digelar secara rutin di lingkungan warga.
“Saya berharap kader, ketua RT, ketua RW, dan seluruh elemen masyarakat terus mengingatkan serta mengajak warga untuk menjaga kesehatan. Kalau dilakukan bersama-sama, kebiasaan baik ini akan lebih mudah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pemkot Mojokerto terus memperkuat edukasi dan pelibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan PTM dari tingkat lingkungan. Dengan membudayakan aktivitas fisik, menjaga pola makan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat diharapkan dapat menekan risiko PTM sekaligus menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, produktif, dan berdaya. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfo #diskominfokotamojokerto
