Personel TNI dan warga bekerja bersama mengarahkan, meratakan, serta menata material beton yang dituangkan dari truk molen ke bagian konstruksi jembatan. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pembangunan Jembatan Perintis Beton Garuda Tahap VII di Sungai Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, terus berjalan. Hingga Jumat (30/10), progres pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai 68 persen.
Dalam proses pengerjaannya, personel Kodim 0815/Mojokerto bersama masyarakat setempat bergotong royong melaksanakan pengecoran jembatan. Keterlibatan prajurit TNI dan warga menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Di lokasi pekerjaan, personel TNI dan warga tampak bekerja bersama mengarahkan, meratakan, serta menata material beton yang dituangkan dari truk molen ke bagian konstruksi jembatan. Seluruh tahapan pekerjaan berlangsung dengan kondisi cuaca cerah.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono mengatakan, keterlibatan langsung anggota TNI bersama masyarakat dalam proses pengecoran merupakan wujud kebersamaan untuk mendukung kelancaran pembangunan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan Jembatan Beton Garuda memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Anggota kami bersama masyarakat turun langsung bekerja, saling membantu dalam setiap tahapan pekerjaan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana,” ungkap Budiyono.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan mempermudah akses antarwilayah.
Keberadaan jembatan juga diharapkan dapat menunjang aktivitas sosial serta mendukung kelancaran kegiatan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.
Melalui pembangunan Jembatan Perintis Beton Garuda Tahap VII, Kodim 0815/Mojokerto turut mendukung penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Semangat gotong royong dalam pengerjaan tersebut sekaligus menjadi wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun wilayah pedesaan. *ds-pendim




