Kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Balai Kota Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Jumat (13/2), di Balai Kota Mojokerto.
Rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mojokerto, Rachmi Widjajati, tersebut difokuskan pada optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
HLM diikuti unsur lintas sektor, di antaranya TNI, Polri, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, perwakilan pracangan TPID, serta pengurus KKMP se-Kota Mojokerto.
Dalam arahannya, Rachmi menegaskan pentingnya langkah antisipatif guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.
“Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan menjelang bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri ini, perlu dilakukan optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan akan memberikan fasilitasi bantuan ongkos angkut dalam pelaksanaan operasi pasar. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya distribusi sehingga harga jual ke masyarakat tetap terkendali.
Selain itu, pracangan TPID dan KKMP didorong melengkapi legalitas usaha, khususnya KBLI 47111, agar dapat menjadi mitra Bulog dalam program Rumah Pangan Kita (RPK). Dengan status tersebut, pelaku usaha bisa memperoleh pasokan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Rachmi juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET), terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan Minyakita.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor dan pemberdayaan jaringan pracangan serta koperasi kelurahan, Pemkot Mojokerto optimistis pengendalian inflasi dapat berjalan efektif selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam rapat hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto, khususnya dalam rangka pengendalian inflasi di bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Rachmi. *ds
