Sosialisasi pengelolaan sampah di desa Masure, Patani Timur, Halmahera Tengah.(Suaraharianpagi.id/Fikran)
Halmahera Tengah – Suaraharianpagi.id
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Tengah menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta Karang Taruna sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi kesehatan bersama.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIT tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya mulai dari tingkat rumah tangga.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Tengah, Ikbal Jafar, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat yang harus dijalankan hingga ke tingkat desa.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Kami mendorong pembentukan tim pengelola dan tim pengurangan sampah di tingkat desa agar penanganannya lebih terorganisir,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga dikenalkan dengan klasifikasi sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos atau pupuk cair, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol dapat didaur ulang.
Sementara itu, limbah B3 memerlukan penanganan khusus karena berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Selain itu, DLH juga mendorong pembentukan bank sampah sebagai solusi strategis dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Program ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.
Ikbal mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, tingkat pengelolaan sampah secara nasional telah mencapai 51 persen, sedangkan di Kabupaten Halmahera Tengah mencapai 53 persen.
Pemerintah menargetkan pada 2029 seluruh sampah dapat terkelola secara menyeluruh.
“Masalah sampah bukan hanya persoalan daerah atau nasional, tetapi juga menjadi isu global. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama mulai dari masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah dengan baik,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DLH berharap masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan sampah yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan lingkungan dan kualitas hidup.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.(Fik)
