Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int. bersama Bupati Mojokerto Gus Barra serta Forkopimda saat konferensi pers usai mengikuti launching operasional serentak KDMP/KKMP secara virtual. (suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int. memastikan seluruh desa dan kelurahan di Mojokerto akan memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) pada tahun 2026. Kepastian itu disampaikan usai mengikuti launching operasional serentak KDMP/KKMP se-Indonesia yang dipimpin Presiden RI secara virtual dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).
Peluncuran nasional tersebut menjadi tonggak dimulainya operasional koperasi merah putih sebagai program strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian desa.
Di Mojokerto, kegiatan launching dipusatkan di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dan dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam keterangannya, Abi Swanjoyo menjelaskan bahwa saat ini puluhan koperasi telah siap beroperasi dan melayani masyarakat.
“Kegiatan siang ini kita melaksanakan launching operasional. Total di Mojokerto ada 80 koperasi Desa Merah Putih yang siap operasional termasuk yang sekarang ini di Desa Seduri, sementara di lokasi lain ada 79,” ujarnya.
Menurut Abi, capaian tersebut merupakan tahap awal dari target besar yang telah ditetapkan untuk Mojokerto.
Ia menyebutkan, pada Juli mendatang jumlah Koperasi yang berdiri di wilayah Mojokerto Raya ditargetkan mencapai 282 unit, sebelum akhirnya dituntaskan menjadi 322 unit hingga akhir tahun.
“Target tahun ini harus selesai semua. Jadi tiap desa dan kelurahan harus ada koperasi merah putih,” tegasnya.
Abi menilai koperasi merah putih akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Program ini, sejalan dengan arahan Presiden untuk menghadirkan sistem ekonomi kerakyatan yang mampu menjangkau langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
“Harapannya seperti yang disampaikan Bapak Presiden, koperasi ini bisa meningkatkan perekonomian, meringankan masyarakat, meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga kesejahteraan warga di setiap desa bisa meningkat,” katanya.
Ia menegaskan, meski proses pembangunan turut mendapat dukungan TNI, keberadaan koperasi tersebut sepenuhnya menjadi milik masyarakat desa.
“Kami dari TNI hanya membantu membangunkan dan mengawal pelaksanaannya. Nanti sepenuhnya koperasi ini milik desa, milik masyarakat desa, dan manfaatnya juga kembali untuk masyarakat desa,” jelas Abi.
Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terpadu. Setiap unit koperasi menyediakan berbagai layanan seperti simpan pinjam, penjualan sembako, apotek obat murah, serta klinik kesehatan yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.
“Setiap koperasi desa merah putih ada kliniknya. Jadi masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan dasar dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Selain itu, koperasi juga akan menampung hasil pertanian warga untuk kemudian dipasarkan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Skema ini diyakini mampu memberikan kepastian harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Hasil pertanian masyarakat desa bisa ditampung dan dijual sehingga harga jual petani lebih bagus dan tidak merugikan petani,” ungkapnya.
Dari sisi tenaga kerja, Abi mengatakan perekrutan karyawan akan mengutamakan warga desa setempat.
Sebagian tenaga profesional berasal dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) melalui Agrinas, sementara kebutuhan operasional lainnya akan dipenuhi oleh desa.
“Untuk karyawan diutamakan warga desa setempat agar koperasi ini juga membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Abi mengungkapkan, untuk wilayah kabupaten Mojokerto memiliki total 299 desa dan 5 kelurahan. Namun, pada tahap awal masih terdapat beberapa wilayah yang belum dapat dibangun karena terkendala lahan. Meski demikian, progres pembangunan koperasi disebut sudah melampaui target.
“Kabupaten Mojokerto ada 299 desa dan 5 kelurahan, untuk wilayah kota Mojokerto ada 18 kelurahan, saat ini untuk Mojokerto Raya 284 unit sudah bisa diproses pembangunannya dan seluruhnya sudah 100 persen selesai dibangun. Pencapaian kita sudah lebih dari 90 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan percepatan pembangunan koperasi tak lepas dari sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah desa.
“Kita bisa mendirikan KDMP/KKMP ini berkat kerja sama semua pihak, terutama dukungan Bapak Bupati. Kalau tidak ada dukungan tersebut, progresnya tidak mungkin secepat ini,” tandasnya.
Dengan target 322 koperasi di Mojokerto Raya rampung pada tahun ini, Mojokerto optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan koperasi berbasis desa yang modern, mandiri, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. *ds
Tag :
#kodim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto #kdmpmojokerto
