Wisata alam air terjun Coban Canggu di Pacet, Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/red)
Mojokerto — Suaraharianpagi.id
Di balik sejuknya udara Pacet, Kabupaten Mojokerto, berdiri sebuah air terjun yang telah lama menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan alam daerah ini: Coban Canggu.
Terletak di Desa Padusan, sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Mojokerto, air terjun setinggi kurang lebih 80 meter ini bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan ekologi di lereng Gunung Welirang.
Nama “Coban” berasal dari bahasa Jawa Timur yang berarti air terjun, sedangkan “Canggu” diyakini berasal dari nama tokoh masyarakat zaman dahulu yang tinggal di sekitar kawasan ini.
Dalam kisah rakyat setempat, Coban Canggu dipercaya menjadi tempat persinggahan para prajurit Majapahit ketika beristirahat dalam perjalanan menuju kawasan perbukitan Welirang.
Air terjun ini disebut-sebut telah dikenal sejak masa Majapahit sebagai sumber air alami bagi penduduk di lereng pegunungan.
Masyarakat percaya, airnya memiliki kesegaran dan kejernihan yang melambangkan kesucian karenanya, dulu sering digunakan untuk upacara adat dan ritual pembersihan diri (ruwatan).
Coban Canggu mulai dikembangkan sebagai objek wisata alam sejak era 1980-an. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), menata kawasan ini sebagai destinasi wisata alam unggulan di Pacet bersama pemandian air panas Padusan.
Kawasan air terjun kini dilengkapi dengan jalan setapak berundak, gazebo, area parkir, dan warung kecil bagi pengunjung. Meski fasilitasnya sederhana, keaslian alam di sekitar Coban Canggu masih terjaga.
Hutan pinus dan aliran sungai yang jernih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alami dan menenangkan.
Selain menjadi tempat rekreasi, Coban Canggu juga memiliki nilai ekologis penting. Airnya berasal dari sumber alami di pegunungan Welirang, yang mengalir ke beberapa sungai kecil di Pacet dan menjadi bagian dari sistem irigasi masyarakat sekitar.
Keberadaan Coban Canggu mencerminkan harmoni antara manusia dan alam. Di masa lalu, air terjun ini menjadi sumber kehidupan; kini, ia menjadi sumber ekonomi baru bagi warga desa melalui sektor wisata.
Coban Canggu bukan hanya panorama alam yang indah, tetapi juga potongan sejarah yang menegaskan identitas Mojokerto sebagai daerah kaya warisan budaya dan alam.
Dari legenda Majapahit hingga geliat wisata modern, air terjun ini tetap mengalir menyimpan kesegaran, ketenangan, dan cerita panjang yang tak lekang oleh waktu.*red
