Buku karya Binhad Nurrohmat dan Moch. Faisol dibeli oleh Wakapolres Jombang sebagai penawar tertinggi lelang, Jumat malam (05/06).(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Beragam benda bernilai sejarah dan budaya dilelang dalam acara Sarasehan Hari Kelahiran Bung Karno yang digelar di kawasan Titik Nol Soekarno, Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jumat malam (5/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jejak sejarah Sang Proklamator sekaligus mengangkat potensi budaya lokal Ploso.
Barang yang dilelang meliputi dua buku bertema sejarah Bung Karno, sebuah lukisan yang menggambarkan kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952, serta kuliner khas Desa Rejoagung.
Dua buku yang menjadi perhatian peserta lelang adalah karya Binhad Nurrohmat berjudul Titik Nol Soekarno – Ploso 1902 dan karya Moch. Faisol berjudul Menemukan Bung Karno di Jombang. Kedua buku tersebut mengupas keterkaitan Bung Karno dengan Ploso dan Jombang berdasarkan penelusuran sejarah yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.
Dalam proses lelang, kedua buku tersebut berhasil dimenangkan oleh Wakapolres Jombang, Kompol Syarlis, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjadi penawar tertinggi dengan nilai pembelian sebesar Rp300 ribu.
Selain buku, panitia juga melelang kuliner khas Gang Buntu, Desa Rejoagung, berupa nasi bungkus dan jenang pelok. Produk kuliner tradisional tersebut mendapat antusiasme peserta dan berhasil terjual kepada sejumlah penawar dengan harga tertinggi.
Sementara itu, lelang paling menarik perhatian peserta adalah lukisan karya seniman Jombang, Yus Haris. Lukisan tersebut menggambarkan kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952 dan dibuat berdasarkan dokumentasi foto-foto sejarah.
Lukisan itu akhirnya dimenangkan oleh Nurhadi, pengurus Pondok Pesantren Shiddiqiyah Ploso, dengan nilai penawaran tertinggi mencapai Rp1,6 juta.
Sarasehan dan lelang tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan hari kelahiran Bung Karno yang diyakini lahir di kawasan Ploso pada 6 Juni 1902. Berdasarkan hasil penelusuran sejarah yang dilakukan sejumlah pemerhati sejarah bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Bung Karno lahir di wilayah yang kini dikenal sebagai Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Pada masa kelahirannya, wilayah Ploso masih menjadi bagian dari Karesidenan Surabaya. Seiring perkembangan administrasi pemerintahan, kawasan tersebut kini masuk dalam wilayah Kabupaten Jombang.
Melalui kegiatan sarasehan dan lelang benda-benda bernilai sejarah tersebut, panitia berharap masyarakat semakin mengenal jejak perjalanan Bung Karno di Ploso sekaligus turut menjaga warisan sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.(Dsy)
