sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) di Ruang Command Center Balaikota Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) dengan menggandeng para pengelola hotel dan penginapan. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) di Ruang Command Center Balaikota Mojokerto, Selasa (11/8).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menegaskan, pengawasan WNA bukan dimaksudkan untuk mencurigai, melainkan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan keberadaan warga asing di Kota Mojokerto tercatat dengan baik.
“Bukan berarti diawasi itu dicurigai. Tetapi namanya warga dari luar Indonesia, perlu dipantau dan dilaporkan, sehingga hal-hal yang perlu diwaspadai bisa kita antisipasi,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim pariwisata yang aman, nyaman, dan kondusif. Kondisi keamanan yang terjaga dinilai akan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, memiliki posisi strategis sebagai kota jasa. Selain menjadi lokasi akomodasi wisatawan, hotel dan penginapan di Kota Mojokerto juga berpotensi menjadi tempat tinggal sementara bagi tenaga profesional asing yang bekerja di kawasan industri sekitar Mojokerto.
“Kalau WNA, tidak mungkin menginap di kos-kosan. Pasti ada standar mereka. Ini juga perlu kita awasi kehadiran mereka,” tuturnya.
Di sisi lain, Ning Ita menekankan pentingnya akurasi data yang dihimpun dari pelaku usaha akomodasi. Data mengenai keberadaan dan aktivitas wisatawan tersebut dapat menjadi bahan pendukung bagi pemerintah, termasuk ketika dibutuhkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Ketika data seperti ini nanti diminta oleh BPS, kita sajikan data yang terbaik,” tegasnya.
Ning Ita menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto menunjukkan tren positif. Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai langkah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi agar semakin mendekati target pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu upaya yang didorong adalah menciptakan iklim pariwisata yang aman dan kondusif. Untuk mewujudkannya, Pemkot Mojokerto terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, masyarakat, hingga unsur Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan.
“Kalau Kota Mojokerto aman, nyaman, tidak ada kriminal, pasti orang senang berkunjung ke sini. Itu yang bisa kita lakukan untuk mendorong supaya iklim pariwisatanya aman dan kondusif,” imbuhnya.
Selain aspek keamanan, Pemkot Mojokerto juga mendorong pelaku usaha pariwisata memperkuat kolaborasi untuk menciptakan paket perjalanan wisata yang lebih menarik. Konsep tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah, mengingat destinasi wisata tidak harus berada dalam satu wilayah administratif.
“Bagaimana kita menciptakan paket-paket perjalanan wisata. Tidak mungkin hanya Kota Mojokerto. Misalnya paket wisata tiga hari, tetapi menginapnya di Kota Mojokerto. Itu yang bisa kita lakukan,” ungkap Ning Ita.
Menurutnya, strategi tersebut dapat memberikan dampak ganda bagi Kota Mojokerto. Wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memiliki alasan untuk menginap dan menggunakan berbagai layanan jasa yang tersedia di kota.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan jasa, Pemkot Mojokerto berharap kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) turut meningkat. Pada akhirnya, sektor tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kota Mojokerto memang kecil. Mungkin sumbangsih nasional tidak kelihatan. Tetapi dengan kita mengupayakan yang terbaik, ini adalah bentuk pengabdian kita untuk Merah Putih. Ini sumbangsih terbaik yang bisa kita berikan,” pungkas Ning Ita. *ds
#kotamojokerto #mojokerto #diskominfo #wna
