Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian bersama tujuh kelompok tani penerima alsintan.(suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Ancaman kemarau berkepanjangan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga produktivitas sektor pertanian. Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi pemanfaatan pompa air sekaligus modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan tujuh unit alsintan kepada kelompok tani di Kabupaten Mojokerto, di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Minggu (4/10).
Tujuh alsintan tersebut terdiri atas dua unit combine harvester dan lima unit pompa air. Bantuan diberikan kepada tujuh kelompok tani, yakni Kelompok Tani Rukun Makmur 2, Tani Jaya, Sumber Makmur, Mardi Tani, Sejahtera 4, Makmur, dan Rukun Tani.
Khofifah mengingatkan petani dan pemerintah daerah agar tetap waspada terhadap potensi kemarau yang dapat berlangsung lebih panjang hingga melewati Desember.
“Mengingat adanya potensi kemarau yang bisa memanjang hingga melewati bulan Desember, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemanfaatan sumur dan pompa-pompa air harus terus dimaksimalkan,” tegas Khofifah.
Menurutnya, pemerintah juga melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Khofifah mengatakan, setiap kali Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan awan yang memungkinkan dilakukan intervensi, penaburan garam dilakukan untuk memicu terjadinya hujan.
“Setiap kali BMKG menginformasikan adanya pergerakan awan, penaburan garam segera dilakukan untuk memicu terjadinya hujan,” katanya.
Pelaksanaan OMC sejak 6 September disebut telah menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca masih berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
Di sisi lain, bantuan alsintan diharapkan membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi. Pada 2026, Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan yang terdiri atas 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen.
Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah penerima dengan alokasi tujuh unit.
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim terhadap sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari proses modernisasi pertanian sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi petani.
“Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujarnya.
Rizal menyebut keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, kebutuhan percepatan panen hingga persoalan ketersediaan air menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi petani.
Keberadaan combine harvester dinilai dapat mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil dan menekan kebutuhan tenaga kerja.
“Bantuan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat biaya dan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” jelasnya.
Sementara lima unit pompa air diharapkan membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan, terutama pada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Dengan dukungan tersebut, Pemkab Mojokerto berharap produktivitas pertanian dapat meningkat, sementara biaya usaha tani bisa ditekan. Dampaknya diharapkan bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Rizal juga meminta kelompok tani penerima menjaga serta mengelola alsintan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Jangan sampai bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal karena kurangnya pemeliharaan ataupun pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukannya. Mari kita bangun semangat gotong royong, berbagi manfaat, dan mengembangkan pengelolaan alsintan secara bersama-sama,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung penamaan kelompok tani penerima bantuan. Menurutnya, nama seperti Kelompok Tani Makmur dan Rukun Tani mengandung harapan agar para petani memperoleh kemakmuran dan kesejahteraan.
“Penamaan kelompok tani seperti Kelompok Tani Makmur dan Poktan Rukun Tani sengaja dipilih karena mengandung makna kebaikan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” ujar Khofifah.
Ia berharap makna tersebut dapat menjadi doa sekaligus semangat bagi para petani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Penyerahan alsintan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026.
Usai menyerahkan bantuan, Khofifah melanjutkan agenda ke Pasar Murah di halaman Kantor Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal. Kegiatan tersebut digelar untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung daya beli masyarakat.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Tersedia pula bawang putih Rp8.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tidak hanya melalui penyediaan alat produksi, tetapi juga melalui langkah menjaga ketersediaan air serta keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat. *ds-kom




