peresmian Program CERIA oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di Pendopo Graha Maja Tama. (suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pendidikan meluncurkan sembilan inovasi program untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Peluncuran yang dipusatkan di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat (6/11) pagi, ditandai dengan peresmian Program CERIA oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut menegaskan, pendidikan berkualitas merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) memiliki nilai strategis yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur.
Ia menyebut, hasil investasi pendidikan memang tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Sebab, anak-anak yang saat ini mengenyam pendidikan masih menjalani proses untuk mengembangkan kemampuan, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan.
“Investasi yang mahal bagi kami adalah investasi pendidikan. Memang tidak bisa dirasakan sekarang, karena anak-anak yang kita didik sekarang ini sedang berproses, bagaimana kemudian mereka mengembangkan diri, bagaimana kemudian meraih mimpinya, meraih cita-citanya,” ujar Gus Barra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa CERIA merupakan akronim dari Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, dan Aktif. Lima nilai tersebut diharapkan menjadi landasan pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga kepribadian yang kuat.
Menurut Gus Barra, pembentukan karakter perlu dimulai sejak dini melalui lingkungan sekolah. Dalam hal ini, guru memiliki peran penting sebagai pendidik sekaligus teladan bagi para siswa.
“Tidak cukup hanya pintar, tapi anak-anak kita harus memiliki karakter yang kuat, dan karakter yang kuat ini harus dimulai di bangku-bangku sekolah, dimulai sejak dini. Dan guru harus menjadi teladan, suri teladan, menjadi contoh bagi anak didiknya,” imbaunya.
Selain Program CERIA, dalam kesempatan tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto juga memperkenalkan delapan inovasi lainnya. Kesembilan program tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran, penguatan karakter, pelestarian identitas daerah, hingga peningkatan kepedulian sosial dan lingkungan.
Program Panen Ceria, misalnya, mengajak siswa belajar melalui kegiatan bercocok tanam, budidaya ikan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sementara Lentera Majapahit dan Modul Kokurikuler Majapahit diarahkan untuk mengenalkan sejarah serta kebesaran Kerajaan Majapahit sebagai bagian dari identitas daerah.
Inovasi lainnya meliputi Eco-mind, SIGAP (Sistem Informasi Gerakan Absensi Pintar), serta PKK Peduli Pendidikan Zero ATS atau Anak Tidak Sekolah. Tiga program berikutnya yakni Gemahafiz, Inovasi Guru, dan 5 Menit untuk Indonesia, yang mengajak siswa meluangkan waktu sejenak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari, menjelaskan bahwa peluncuran sembilan inovasi tersebut tidak berarti seluruh program baru mulai dijalankan. Beberapa di antaranya telah diterapkan dalam skala terbatas, sedangkan program lainnya masih berada pada tahap awal pengembangan.
“Sembilan inovasi yang diluncurkan hari ini tidak seluruhnya dimulai dari titik yang sama. Sebagian inovasi telah mulai dilaksanakan dalam skala terbatas, sementara sebagian lainnya sedang memasuki tahap awal pengembangan,” ungkap Amsar.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan akan terus mengupayakan keberlanjutan dan optimalisasi seluruh inovasi agar dapat diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah se-Kabupaten Mojokerto.
“Setelah peluncuran ini, kami akan melaksanakan pengembangan secara bertahap melalui sekolah-sekolah percontohan disertai pendampingan, evaluasi, dan penyempurnaan,” pungkasnya.
Melalui sembilan inovasi tersebut, Pemkab Mojokerto berharap upaya peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih terarah. Tidak hanya mengejar kecerdasan akademis, program-program ini juga diharapkan membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki semangat kebangsaan sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. *ds




