Kegiatan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Goes to School di SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/kom)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto mulai memperluas edukasi keterbukaan informasi publik ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Melalui program Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Goes to School, sebanyak 100 siswa SMP Negeri 3 Kota Mojokerto mendapatkan pembekalan mengenai hak memperoleh informasi serta pentingnya literasi digital, Jumat (6/11).
Program ini menjadi pengembangan dari sosialisasi serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di 10 SMA, SMK, dan MA serta Karang Taruna di tiga kecamatan. Perluasan sasaran ke jenjang SMP diharapkan dapat menanamkan pemahaman keterbukaan informasi sejak dini.
Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, mengatakan edukasi tersebut bertujuan mengenalkan hak masyarakat dalam memperoleh informasi publik. Selain itu, pelajar juga dibekali kemampuan untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak.
“Pada tahun ini, KIP Goes to School kami kembangkan ke jenjang SMP. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik sekaligus membekali pelajar agar mampu mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak,” kata Citra.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa menerima materi tentang pengenalan keterbukaan informasi publik, mekanisme layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), literasi informasi dan digital, hingga berbagai layanan digital Pemerintah Kota Mojokerto.
Layanan yang diperkenalkan meliputi Curhat Ning Ita sebagai kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat, PPID untuk memperoleh informasi publik, Call Center 112 untuk layanan kegawatdaruratan, Siti Pinter sebagai sarana pembelajaran teknologi informasi, serta Klinik Hoaks untuk edukasi dan klarifikasi informasi.
Diskominfo juga melibatkan Duta Keterbukaan Informasi Publik Kota Mojokerto 2026 sebagai mitra edukasi atau peer educator. Kehadiran para duta dari kalangan generasi muda ini diharapkan membuat materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh para pelajar.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias, mengingatkan pentingnya kemampuan memilah informasi di tengah kemudahan akses internet dan media sosial. Menurutnya, keterbukaan informasi harus diimbangi tanggung jawab dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi.
“Informasi memang terbuka lebar dan bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Namun, tidak semua informasi yang beredar itu baik dan benar. Karena itu, adik-adik harus membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarluaskannya,” tutur Santi.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh konten negatif di media sosial, seperti judi online, kekerasan, perundungan, maupun konten yang tidak sesuai dengan usia. Para pelajar diharapkan lebih bijak memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif dan produktif.
“Jadilah generasi yang tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Beranilah mengembangkan gagasan, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Gunakan teknologi untuk hal-hal positif dan terus semangat belajar agar cita-cita dapat tercapai,” pesannya.
Ke depan, Diskominfo Kota Mojokerto berencana memperluas program KIP Goes to School ke sekolah-sekolah lainnya. Upaya tersebut akan dilakukan melalui peningkatan kolaborasi dengan satuan pendidikan dan Duta KIP, serta optimalisasi media digital untuk memperluas jangkauan edukasi keterbukaan informasi publik. *ds-kom




