Gus Bupati menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis di Smartroom Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan sosial beasiswa senilai total Rp812 juta bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu pada 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
Penyerahan bantuan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra di Smartroom Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto, Jumat (23/10). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perguruan tinggi swasta, serta mahasiswa penerima beasiswa.
Bupati yang akrab disapa Gus Bupati itu menegaskan, Pemkab Mojokerto berkomitmen memberikan perhatian kepada mahasiswa asal Kabupaten Mojokerto yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
“Kami akan terus berupaya memberikan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi Kabupaten Mojokerto, baik itu di PTN maupun PTS. Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat kita di bidang pendidikan,” ujar Al Barra.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk membentuk pola pikir dan membuka peluang perubahan status sosial. Ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan juga dinilai menjadi bekal jangka panjang bagi generasi muda.
“Kami yakin bahwasanya pendidikanlah yang bisa mengubah status sosial kita masing-masing. Warisan pendidikan kepada anak-anak kita, kepada generasi-generasi muda Kabupaten Mojokerto, akan terus ada di dalam dirinya sampai sehabis hayatnya,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mojokerto, Tatang Mahendrata, memaparkan rincian alokasi bantuan sosial beasiswa tahun 2026.
Berdasarkan laporannya, bantuan dari APBD induk semester pertama telah disalurkan kepada 95 mahasiswa yang menempuh pendidikan di PTS dengan total anggaran Rp512 juta.
Adapun melalui APBD perubahan, bantuan direncanakan diberikan kepada 30 mahasiswa PTN. Setiap mahasiswa akan menerima beasiswa sebesar Rp10 juta, dengan total anggaran Rp300 juta.
“Anggaran bantuan sosial beasiswa telah direalisasikan, yang pertama dari APBD induk pada semester satu kepada 95 orang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta sebesar Rp512 juta. Kemudian dari APBD perubahan akan direalisasikan kepada 30 orang mahasiswa PTN, masing-masing mendapat Rp10 juta, sehingga jumlah keseluruhan anggaran sebesar Rp300 juta,” jelas Tatang.
Dengan demikian, total anggaran beasiswa yang dialokasikan untuk mahasiswa PTS dan PTN mencapai Rp812 juta. Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendorong mereka terus berprestasi.
Selain kegiatan penyerahan beasiswa, Pemkab Mojokerto juga menggelar pelatihan dan sertifikasi halal melalui skema self declare yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang berlangsung di SMK PGRI Sooko tersebut ditujukan untuk memfasilitasi standardisasi produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Ulum Rokhmat Rokhmawan, hadir mewakili Bupati Mojokerto.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Mojokerto dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pengembangan dan daya saing produk IKM daerah. *ds-kom




