Ketua PSHW Mojokerto Raya Siswanto, S.Pd., S.H.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto Kota – Suaraharianpagi.id
Aksi penyerangan yang diduga dilakukan sekelompok pengendara sepeda motor di kawasan Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (18/10/2026) dini hari, menuai sorotan. Insiden yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bacok tersebut mendorong Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Mojokerto Raya, Siswanto, S.Pd., S.H., mendesak kepolisian segera mengungkap dan menangkap para pelaku.
Siswanto menegaskan, tindakan kekerasan yang diduga melibatkan penggunaan senjata tajam itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat agar para korban mendapatkan keadilan dan situasi keamanan di Kota Mojokerto tetap kondusif.
“Ada tiga orang korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Kamar Medika. Mereka mengalami luka bacok,” ujar Siswanto.
Menurutnya, aksi penyerangan menggunakan senjata tajam merupakan tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Karena itu, ia berharap polisi segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
“Kami mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku yang sangat meresahkan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Muhammad Kevin Ramadhan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan seseorang untuk dimintai keterangan terkait kasus penyerangan tersebut.
“Sementara sudah ada yang kami amankan untuk kami mintai keterangan, nanti akan kami update kembali ya,” terang AKP Kevin saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Meski demikian, polisi belum menyampaikan secara terperinci identitas orang yang diamankan maupun status hukumnya dalam perkara tersebut. Oleh karena itu, proses penyelidikan masih menjadi bagian penting untuk memastikan keterlibatan pihak-pihak yang diduga berhubungan dengan kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi awal, aksi penyerangan di kawasan Empunala diduga melibatkan rombongan sekitar 40 pengendara sepeda motor. Kelompok tersebut disebut menyerang sejumlah warga menggunakan kayu dan senjata tajam.
Selain menyebabkan tiga orang terluka, rombongan itu juga diduga melakukan perusakan terhadap sejumlah angkringan dan sepeda motor di beberapa lokasi berbeda.
Rentetan kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terlebih aksi berlangsung pada dini hari ketika sejumlah warga masih beraktivitas di warung-warung sekitar lokasi.
Polres Mojokerto Kota diharapkan segera mengungkap kronologi secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi para terduga pelaku serta mendalami motif di balik penyerangan tersebut.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri. Penanganan perkara sepenuhnya diharapkan berjalan melalui proses hukum agar pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(Dsy)




