Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., hadir sebagai pembina upacara di SMAN 1 Puri.(suaraharianpagi.id/humas)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Polres Mojokerto memperkuat pendekatan kepada masyarakat melalui Program Polisi Peduli Pendidikan sebagai implementasi Quick Wins Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., hadir sebagai pembina upacara di SMAN 1 Puri, Senin (19/10).
Sebelum upacara dimulai, Kapolres bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Mojokerto terlebih dahulu melakukan pengaturan lalu lintas di depan gerbang sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk memastikan keselamatan siswa saat memasuki lingkungan sekolah.
Upacara diikuti ratusan siswa SMAN 1 Puri dan dihadiri Kasat Lantas AKP Bernardus Bagas Simarmata, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S., Kasat Binmas AKP Didit, S.H., M.H., Kasat Narkoba AKP Eko Lukwantoro, S.H., serta Kepala SMAN 1 Puri Sutoyo, S.Pd., M.Pd., bersama para wakil kepala sekolah dan dewan guru.
Dalam amanatnya, AKBP Erik menegaskan bahwa program tersebut merupakan upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir dalam penanganan masalah hukum, tetapi juga berperan dalam membangun karakter dan kesadaran hukum generasi muda.
Ia menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa, terutama agar menjauhi narkoba, kekerasan dan perundungan (bullying), judi online, serta tindakan maupun akses terhadap konten pornografi.
“Pesan kami kepada adik-adik, tidak boleh menggunakan narkoba, tidak boleh melakukan kekerasan dan bullying, tidak boleh bermain judol, tidak boleh mengakses atau melakukan tindakan pornografi. Dan pesan yang utama dari kami, adik-adik harus hormat dengan Bapak dan Ibu Guru,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menghormati guru sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Ia mendorong para siswa menjaga hubungan baik dengan pendidik dan menjadikan nilai-nilai kedisiplinan sebagai bekal meraih cita-cita.
“Untuk diketahui adik-adik, bahwasanya kunci kesuksesan kami salah satunya adalah tidak pernah putus silaturahmi dengan guru kami. Kami yakin dan percaya, adik-adik juga bisa seperti kami jika mau menghormati gurunya,” ujar AKBP Erik.
Suasana upacara berlangsung interaktif melalui sesi kuis dan pemberian hadiah kepada perwakilan siswa. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun kedekatan antara polisi dan pelajar sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan cara yang lebih menarik.
Kapolres turut mengingatkan bahwa pelajar saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, intoleransi, penyebaran hoaks, hingga judi online.
“Jangan sampai masa depan kalian dirusak oleh narkoba. Tolong jaga terus budaya saling menghormati, jangan ada bullying,” tambahnya.
Program Polisi Peduli Pendidikan tidak hanya dilaksanakan di SMAN 1 Puri. Secara serentak, para kapolsek jajaran Polres Mojokerto juga menjadi pembina upacara di berbagai sekolah di wilayah hukum masing-masing, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Dalam kegiatan tersebut, para kapolsek menyampaikan pesan kamtibmas, bahaya narkoba, kenakalan remaja, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Pelaksanaan secara serentak ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program “Polisi Bersama Masyarakat” hingga tingkat kecamatan.
Kepala SMAN 1 Puri, Sutoyo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Kehadiran Kapolres secara langsung di sekolah dinilai memberikan dampak positif bagi siswa sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang disiplin, berprestasi, serta memiliki akhlak yang baik.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama Kapolres, jajaran kepolisian, guru, dan siswa SMAN 1 Puri. Melalui program yang dilaksanakan dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran ini, Polres Mojokerto berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kesadaran hukum, mempererat sinergi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan. *dsy




