Kepala pimpinan cabang perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin bersama Gubernur Jatim Khofifah saat hadiri pasar murah di Desa Ngrowo, Bangsal, Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan pasar murah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor Kepala Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu sore (4/10/2026). Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Pasar murah yang dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengantisipasi potensi inflasi, sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah kebutuhan bahan pokok yang terus meningkat.
Berbagai komoditas pangan dan produk industri kecil dan menengah (IKM) disediakan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, aneka bumbu dapur, hingga buah-buahan yang dijual dengan harga terjangkau.
Sejumlah bahan pokok yang ditawarkan di antaranya beras premium SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, dan Minyakita Rp13.000 per liter. Harga tersebut merupakan harga yang telah disubsidi oleh Pemprov Jatim.
Untuk komoditas lainnya, telur ayam ras dijual Rp20.000 per pak, bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram. Sementara itu, tepung terigu dibanderol Rp10.000 per kilogram dan beras premium poles cap Ikan Koi Rp70.000 per 5 kilogram.
Tersedia pula daging ayam dengan harga promo Rp32.000 per kemasan besar dan Rp16.000 per kemasan kecil, serta cabai satu paket seharga Rp5.000.
Sementara itu, berbagai buah-buahan juga ditawarkan dengan harga bersaing, seperti jambu citra Rp33.000 per kilogram, mangga Rp13.000 per kilogram, apel Rp20.000 per kilogram, serta mangga manalagi Rp15.000 per kilogram. Tak ketinggalan, bumbu rujak dijual Rp13.000 per kemasan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya inflasi di daerah. Pelaksanaan kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami mencoba menyapa lebih merata daerah-daerah yang ada di Jawa Timur,” tandas Khofifah.
Menurutnya, pemerataan pelaksanaan pasar murah menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, sehingga manfaat program stabilisasi harga dapat dirasakan secara lebih luas.
Salah seorang warga Desa Ngrowo, Mujayana, mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menilai harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga yang biasa ditemui di pasaran.
Dalam kesempatan itu, Mujayana membeli beras, minyak goreng, dan gula pasir untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan agar masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap pasar murah ini sering diselenggarakan,” katanya.
Dukungan terhadap pelaksanaan pasar murah juga datang dari Perum Bulog Cabang Mojokerto. Melalui kegiatan tersebut, Bulog turut memastikan ketersediaan bahan pangan dengan menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita dalam jumlah besar.
Pemimpin Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan keterlibatan Bulog merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan.
“Kami memberikan support atas kegiatan pasar murah ini dengan menyediakan pangan pokok dengan harga yang terjangkau berupa beras dan minyak goreng. Harapannya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan pokoknya dan mendapatkan harga yang terjangkau,” ujar Husin.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pasar murah yang digelar di Desa Ngrowo tersebut, Bulog Mojokerto menggelontorkan sebanyak 5 ton beras SPHP dan 500 liter minyak goreng Minyakita.
“Kami menyediakan beras SPHP 5 ton dan Minyakita 500 liter,” jelasnya.
Husin menambahkan, beras SPHP yang disediakan Bulog dijual dengan harga Rp55.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan Minyakita dibanderol Rp13.000 per liter. Harga tersebut ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
“Untuk beras SPHP harga Rp55 ribu per 5 kg dan Minyakita Rp13 ribu per liter, harga ini merupakan harga yang sudah disubsidi oleh Pemprov,” bebernya.
Lebih lanjut, Husin menyebutkan bahwa dukungan Bulog dalam kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak hanya dilakukan dalam momentum peringatan hari jadi provinsi, tetapi juga menjadi bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto.
“Kami rutin melaksanakan kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog tersebut, pasar murah diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan serta mengendalikan tekanan inflasi di wilayah Jawa Timur. (Dsy)




