Ning Ita bersama Kodaeral V di sungai ngotok.(suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto membuka peluang pengembangan Sungai Ngotok sebagai salah satu pusat latihan atlet dayung Jawa Timur, termasuk untuk persiapan menghadapi kejuaraan nasional (Kejurnas) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).
Peluang tersebut mengemuka saat Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto mengunjungi Kota Mojokerto, Rabu (16/9). Dalam kunjungan tersebut, Ali melihat langsung kondisi Sungai Ngotok sekaligus aktivitas latihan atlet dayung Kota Mojokerto.
Menurut Ali, karakteristik Sungai Ngotok cukup mendukung untuk digunakan sebagai lokasi latihan maupun perlombaan dayung. Sungai tersebut memiliki trek sekitar 2,5 kilometer yang relatif lurus, dengan kondisi air tenang dan arus yang tidak terlalu deras.
“Di Kota Mojokerto ini banyak fasilitas untuk kegiatan olahraga, salah satunya Sungai Ngotok. Ke depannya tentunya bisa kita gunakan untuk latihan olahraga dayung,” kata Ali.
Ia menilai kondisi trek yang lurus dan karakteristik air yang tenang menjadi salah satu keunggulan Sungai Ngotok untuk olahraga dayung.
“Kita lihat treknya lurus, airnya tenang, arusnya juga tidak begitu kencang. Ini sangat ideal untuk lomba dayung,” terangnya.
Kodaeral V bahkan membuka peluang menjadikan Sungai Ngotok sebagai lokasi pemusatan latihan tim-tim dayung Jawa Timur. Rencana tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Pemkot Mojokerto siap bersinergi dengan Kodaeral V untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sungai Ngotok sebagai kawasan pembinaan olahraga dayung.
“Kami ingin fasilitas yang sudah tersedia di Sungai Ngotok ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk atlet Kota Mojokerto, tetapi juga untuk pembinaan atlet di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” tutur Ning Ita, sapaan akrabnya.
Menurut Ning Ita, pengembangan Sungai Ngotok tidak hanya berkaitan dengan pembinaan prestasi olahraga. Pemanfaatan kawasan tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan aktivitas di sekitar Taman Bahari Majapahit (TBM).
Dengan semakin banyaknya agenda latihan, pemusatan latihan, maupun kejuaraan yang digelar di Sungai Ngotok, aktivitas masyarakat di kawasan tersebut berpotensi ikut meningkat.
“Ketika nantinya semakin banyak kegiatan latihan maupun kejuaraan yang digelar di sini, tentu akan ada aktivitas ekonomi yang tumbuh. Ini menjadi peluang bagi UMKM dan masyarakat sekitar untuk ikut mengambil manfaat dari pengembangan kawasan,” ujarnya.
Ning Ita berharap potensi Sungai Ngotok dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga keberadaan fasilitas olahraga tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Mojokerto.
Sebelumnya, Sungai Ngotok telah menjadi lokasi sejumlah event olahraga dayung. Salah satunya Bahari Majapahit Dragon Boat Carnival yang diikuti tim-tim dayung dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sungai Ngotok juga pernah menjadi arena Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jawa Timur yang diikuti sekitar 350 atlet dari 12 kabupaten/kota.
Dengan pengalaman menjadi lokasi berbagai kompetisi tersebut, Sungai Ngotok memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu venue pembinaan dan kompetisi olahraga dayung di Jawa Timur. *ds-kom
#kotamojokerto #ningita #dayung #disporapar #diskominfokotamojokerto
