Doa bersama dan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar batin agar seluruh jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian di halaman sekretariat pwi Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Solidaritas insan pers di Mojokerto menguat menyusul kabar hilang kontaknya lima jurnalis dan tiga kru saat menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya menggelar doa bersama dan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar batin agar seluruh jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Jalan Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (12/9) malam. Puluhan wartawan bersama sejumlah tamu undangan mengikuti kegiatan dengan suasana penuh keprihatinan.
Satu per satu lilin dinyalakan sebagai simbol harapan. Para peserta kemudian memanjatkan doa agar tim pencarian diberikan kemudahan dan proses evakuasi maupun pencarian dapat berjalan maksimal.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal, perwakilan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para wartawan yang tergabung dalam PWI Mojokerto Raya.
Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas, jurnalis kantor berita Antara Biro Banten; Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis kantor berita Anadolu; serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Ketua PWI Mojokerto Raya Aminuddin Ilham mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud solidaritas terhadap sesama insan pers yang tengah menghadapi situasi sulit saat menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, profesi jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, tugas tersebut juga memiliki risiko, terutama ketika dilakukan di tengah situasi bencana.
“Doa bersama ini adalah bentuk solidaritas kami sebagai sesama jurnalis. Kami berharap proses pencarian lima rekan jurnalis dan tiga kru yang hilang kontak dapat berjalan lancar dan mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan, penyalaan lilin dalam kegiatan tersebut memiliki makna sebagai simbol harapan di tengah kekhawatiran keluarga dan rekan-rekan para jurnalis yang masih menantikan kabar.
“Semoga cahaya lilin ini menjadi simbol harapan. Kami mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan mereka. Semoga keluarga yang saat ini menunggu juga diberikan kekuatan dan ketabahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal mengapresiasi langkah PWI Mojokerto Raya yang segera menggelar doa bersama setelah menerima kabar hilangnya para jurnalis dan kru tersebut.
Dody menilai kegiatan itu tidak sekadar menunjukkan solidaritas antarprofesi, tetapi juga mencerminkan kepedulian kemanusiaan tanpa memandang latar belakang.
“Saya pikir kegiatan ini sangat positif sekali. Ini merupakan bentuk solidaritas terhadap wartawan lain yang dinyatakan hilang sampai dengan hari ini. Kita tidak melihat latar belakang maupun perbedaan lainnya, tetapi lebih kepada sisi kemanusiaan kita sebagai warga negara Indonesia,” kata Dody.
Menurutnya, kepedulian terhadap para jurnalis yang tengah mengalami musibah merupakan bagian dari upaya membangun rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Setidaknya hati dan kepedulian kita sebagai warga negara maupun warga masyarakat ikut tersentuh dan peduli terhadap kejadian atau bencana yang sedang menimpa kawan-kawan wartawan,” ungkapnya.
Dody juga mengapresiasi respons cepat PWI Mojokerto Raya dalam menyikapi kabar tersebut. Menurutnya, keputusan menggelar doa bersama dalam waktu singkat menunjukkan kuatnya rasa solidaritas di kalangan insan pers Mojokerto.
“PWI Mojokerto sangat responsif dalam menyikapi setiap persoalan yang ada. Ketika kejadian ini terjadi, hanya dalam hitungan jam langsung direspons secara positif dengan menggelar doa bersama. Saya pikir rasa kemanusiaan dan solidaritas kawan-kawan PWI Mojokerto ini sangat luar biasa,” tegasnya.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi dukungan moral bagi keluarga para jurnalis dan kru yang hingga kini masih menunggu kabar. Selain itu, ia berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Para peserta berharap upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru tersebut terus dilakukan secara maksimal hingga seluruhnya ditemukan dalam keadaan selamat. *ds
#pwi #pwimojokerto
