Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto Serda Dedy beri edukasi kepada petani tebu di Dusun Jompong Sardi, Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Munculnya titik api di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian jajaran TNI. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pun terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya petani.
Langkah tersebut dilakukan Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto Serda Dedy saat mengecek titik api di lahan tebu yang telah dipanen di Dusun Jompong Sardi, Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (5/9).
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, titik api diketahui berasal dari pembakaran daun tebu kering atau dadok sisa panen. Pembakaran dilakukan di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi.
Saat Babinsa tiba, api sudah dalam kondisi padam. Meski demikian, Serda Dedy langsung memberikan imbauan kepada petani di sekitar lokasi agar lebih berhati-hati dalam mengelola sisa tanaman, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
Menurutnya, pembakaran sisa panen yang semula dilakukan di area terbatas dapat berubah menjadi kebakaran apabila api tidak diawasi dan merembet ke lahan di sekitarnya.
“Pembakaran sisa tanaman memang terlihat sederhana, tetapi apabila api tidak terkendali dapat merembet ke lahan lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Kami mengimbau para petani agar tidak melakukan pembakaran sembarangan dan lebih mengutamakan cara yang aman dalam mengelola sisa tanaman,” ujar Serda Dedy.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerugian material. Asap akibat kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Kebakaran yang meluas juga berpotensi merusak tanaman, mengganggu aktivitas warga, serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, Babinsa mengajak para petani untuk meningkatkan kewaspadaan dan ikut berperan dalam mencegah munculnya kebakaran, khususnya selama musim dengan kondisi lahan yang relatif kering.
Melalui pemantauan dan edukasi secara langsung tersebut, Koramil 0815/06 Kemlagi berupaya membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sisa panen dilakukan dengan cara yang lebih aman.
Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat diharapkan mampu mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar serta menjaga lahan pertanian dan lingkungan di wilayah Kabupaten Mojokerto tetap aman. *ds/pendim0815
#kodim0815 #pendim0815 #koramil0815/06
