Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.(suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan dinamika dan protes yang terjadi di sekitar arena sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah diselesaikan melalui musyawarah.
Gus Ipul mengatakan, sempat terjadi insiden ketika beberapa orang masuk dari sisi kiri tenda lokasi sidang pleno. Dalam kejadian tersebut, pendingin ruangan (AC) sempat mengalami kerusakan. Namun, situasi berhasil dikendalikan panitia dalam beberapa menit.
“Semua bisa diamankan oleh panitia. Hanya sekitar beberapa menit, setelah itu terkendali,” kata Gus Ipul.
Terkait aksi penyampaian aspirasi di depan arena Muktamar, Gus Ipul menyebutnya sebagai bagian dari dinamika organisasi yang dapat dimaklumi. Menurutnya, NU memiliki tradisi musyawarah untuk menyelesaikan setiap persoalan.
“Tadi terjadi sedikit protes, itu sudah bisa diselesaikan dan sudah dilakukan musyawarah bersama-sama para ulama, para kiai. Itulah NU,” tegasnya.
Di tengah dinamika tersebut, Gus Ipul memastikan seluruh agenda Muktamar tetap berjalan sesuai jadwal. Proses tabulasi sembilan calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) telah mencapai sekitar 90 persen.
Setelah sembilan anggota Ahwa ditetapkan, mereka akan bersidang untuk menentukan Rais Aam PBNU. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU.
Gus Ipul menjelaskan, Rais Aam dapat dipilih dari sembilan anggota Ahwa maupun dari luar nama tersebut. Sementara dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, peserta yang memiliki hak suara dapat memilih antara satu hingga lima nama.
Ia juga memastikan ruang sidang telah dipisahkan untuk menjaga ketertiban. Tenda depan digunakan untuk sidang pleno besar, sedangkan tenda belakang diperuntukkan bagi sidang pleno khusus peserta yang memiliki hak suara.
Gus Ipul menambahkan, jika tidak ada kendala, Muktamar ke-35 NU akan ditutup Presiden RI Prabowo Subianto pada Minggu (31/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Ia mengimbau peserta Muktamar, santri, dan jamaah yang hendak mengikuti prosesi penutupan untuk datang lebih awal guna mengantisipasi kepadatan dan menjaga ketertiban. *ds/red
#muktamar #muktamar35 #muktamatnu
