Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int., saat memberikan sambutan dalam kejuaraan karate Open Tournament Piala Bergilir Komandan Korem di GOR Seni Majapahit.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kejuaraan Karate Open Tournament Piala Bergilir Komandan Korem (Danrem) 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ) resmi digelar di GOR Seni Majapahit, Jalan Gajahmada, Kota Mojokerto, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026).
Turnamen yang mempertemukan atlet pelajar dan umum tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit karateka potensial yang diharapkan mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Kejuaraan dibuka langsung oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong. Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Wakil Ketua I DPRD Kota Mojokerto, Kasrem 082/CPYJ, Dandim atau yang mewakili, Kapolresta atau yang mewakili, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Batara Alex Bulo meminta seluruh atlet tampil maksimal selama mengikuti pertandingan. Namun, kemampuan tersebut harus ditunjukkan dengan tetap mengedepankan sportivitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai karate.
“Saya harapkan seluruh peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaik. Pesan saya, bertandinglah secara sportif. Jangan sampai pemainnya sudah sportif, pelatihnya malah berkelahi,” kata Batara.
Ia menegaskan, sportivitas harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya bagi atlet, tetapi juga pelatih, official maupun pihak lain yang terlibat dalam pertandingan.
Danrem juga memberikan tiga pesan kepada para atlet yang berlaga. Pertama, menjunjung tinggi sportivitas. Kedua, mengeluarkan kemampuan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan. Ketiga, menjaga kebersamaan dan menjadikan turnamen sebagai sarana mempererat silaturahmi.

“Kepada seluruh atlet saya titipkan tiga pesan. Pertama sportivitas, kedua keluarkan kemampuan terbaik tetapi perhatikan faktor keamanan. Jangan sampai selesai pertandingan ada cedera. Ketiga, jaga kebersamaan, jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Tak hanya atlet, perhatian juga diberikan kepada para wasit yang bertugas memimpin pertandingan. Danrem meminta seluruh wasit bekerja secara adil, objektif dan profesional sehingga seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan baik.
“Para wasit bekerjalah secara adil, objektif dan profesional, tentunya untuk kemajuan karate agar prestasi karate semakin naik,” tegasnya.
Sementara itu, saat ditemui usai pembukaan, Danrem mengatakan pelaksanaan turnamen tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menyayangkan keterbatasan waktu pelaksanaan pertandingan.
“Tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Yang saya sayangkan hanya ada waktu satu hari,” ungkapnya.
Menurut Batara, turnamen tersebut memiliki tujuan utama untuk menemukan atlet-atlet potensial yang dapat dikembangkan menjadi karateka berprestasi. Para juara diharapkan tidak berhenti pada prestasi di tingkat daerah, tetapi mampu melanjutkan kiprah ke berbagai ajang yang lebih tinggi.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama mencari bibit-bibit unggul, yang kedua kita bisa mendapatkan juara-juara baru agar bisa dibawa ke acara PON, Piala TNI, hingga internasional,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Danrem menilai pembinaan olahraga karate juga memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui latihan dan pertandingan, atlet ditempa untuk memiliki kedisiplinan, loyalitas, keberanian, serta rasa tanggung jawab.
“Secara kumulatif kita menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Loyalitas tidak diragukan, disiplin tidak diragukan. Sehingga kita bisa andalkan para karateka ini bisa menjadi garda bangsa supaya cinta tanah air,” pungkasnya.
Dengan digelarnya Karate Open Tournament Piala Bergilir Danrem 082/CPYJ, diharapkan semakin banyak muncul atlet-atlet muda potensial dari Mojokerto dan daerah lainnya. Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan karate yang berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi.(Dsy)
