Gus Bupati tinjau rumah keluarga Sutarno di Dusun Sarirejo, Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kondisi memprihatinkan rumah keluarga Sutarno (35) dan Titin Nur Ameliyah (35) di Dusun Sarirejo, Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Rumah yang ditempati pasangan suami istri bersama tiga anaknya tersebut hanya memiliki satu ruangan untuk tempat tidur lima anggota keluarga. Bangunan rumah juga menyatu dengan kandang kambing serta belum dilengkapi dapur dan kamar mandi.
Kondisi itu membuat keluarga Sutarno harus menempuh jarak hampir satu kilometer ketika hendak buang air besar (BAB).
Melihat kondisi tersebut, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., atau Gus Barra, turun langsung meninjau kediaman keluarga Sutarno, Rabu (19/8).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Barra memastikan keluarga Sutarno mendapatkan bantuan melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Bantuan tersebut diharapkan dapat mengubah rumah sederhana itu menjadi hunian yang lebih sehat dan layak.
“Hari ini saya berkunjung ke rumah Pak Tarno. Setelah kami lihat, memang rumahnya tidak layak huni. Salah satunya karena rumahnya bercampur dengan kandang kambing. Kondisinya juga tidak layak huni, tidak ada sanitasinya, tidak ada WC, tidak ada dapur, dan ruangannya cuma satu untuk tidur lima orang,” ujar Gus Barra.
Menurutnya, kondisi hunian merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena rumah layak menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Untuk memperbaiki rumah tersebut, bantuan akan berasal dari Baznas Kabupaten Mojokerto serta MWC NU Kecamatan Trawas dengan total mencapai Rp50 juta.
“Ini ada program bedah rumah dari Baznas Kabupaten Mojokerto dan juga bantuan dari MWC NU Kecamatan Trawas. Totalnya Rp50 juta dan nanti akan kita bangun lebih layak lagi,” jelasnya.
Gus Barra menjelaskan, renovasi nantinya tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menata ulang ruangan agar lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Rumah tersebut akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, serta kamar mandi. Selain itu, bangunan rumah akan dipisahkan dari kandang kambing.
“Nanti ada dua kamar, ada ruang tamu, kemudian ada kamar mandi. Karena kalau mau BAB membutuhkan jarak tempuh hampir satu kilometer. Jadi nanti lebih layak lagi dan rumahnya akan dipisahkan antara rumah dengan kandang,” imbuhnya.
Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, Pemkab Mojokerto juga memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga Sutarno telah masuk dalam pendataan pemerintah.
Gus Barra menyebut keluarga tersebut berada dalam desil 2 sehingga telah mendapatkan sejumlah program bantuan sosial.
“Keluarga Pak Tarno ini sudah masuk desil dua, sehingga bantuan PKH, BPNT dan yang lainnya sudah ter-cover. BPJS juga sudah ter-cover semuanya,” terangnya.
Perhatian juga diberikan terhadap pendidikan anak-anak keluarga tersebut. Salah satu anak Sutarno yang kini duduk di kelas VI akan diarahkan untuk mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Ke depan, ada anaknya yang sekarang kelas VI, nanti kita masukkan di Sekolah Rakyat,” pungkas Gus Barra.
Sementara itu, Kepala Desa Srigading Ali Mustofa melalui Sekretaris Desa Srigading David Hari Purwanto menjelaskan, secara administratif keluarga Sutarno masih tercatat sebagai warga Kecamatan Ngoro dan belum terdaftar sebagai warga Desa Srigading.
Namun, keluarga tersebut telah menempati rumah di wilayah Desa Srigading selama sekitar 10 tahun. Bangunan rumah berdiri di atas lahan peninggalan orang tua Sutarno.
Pemerintah Desa Srigading memastikan akan membantu penyelesaian administrasi kependudukan keluarga tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas terkait.
“Untuk saat ini pasangan Sutarno secara administratif masih termasuk warga Ngoro dan belum terdaftar sebagai warga Srigading. Namun, mereka sudah menempati rumah tersebut sekitar 10 tahun di lahan peninggalan orang tuanya,” kata David.
Ia menambahkan, proses perpindahan administrasi kependudukan akan dibantu pemerintah desa bersama instansi terkait.
“Nanti akan kita bantu prosesnya. Tadi juga sudah disampaikan Pak Bupati, untuk proses pindah warga akan dibantu oleh dinas terkait,” tandasnya.
Program bedah rumah tersebut diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan. Hunian baru yang lebih layak, sehat, memiliki sanitasi memadai, serta terpisah dari kandang ternak diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga Sutarno.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Mojokerto dalam menghadirkan pemerataan pembangunan dan memastikan masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang aman dan manusiawi. *ds
#kabupatenmojokerto #diskominfokotamojokerto #baznas
