Vokalis grup The Rolling Stone Mick Jagger.(Foto: Istimewa)
Mojokerto — Suaraharianpagi.id
Nama Mick Jagger tak bisa dipisahkan dari sejarah panjang musik rock and roll dunia. Lahir di Dartford, Kent, Inggris, pada 26 Juli 1943, Jagger tumbuh menjadi vokalis, pencipta lagu, sekaligus salah satu frontman paling ikonik sepanjang sejarah musik.
Sejak kecil, Jagger telah akrab dengan musik, terutama blues dan rhythm and blues Amerika. Perjalanan kariernya kemudian berubah setelah kembali bertemu dengan teman masa kecilnya, Keith Richards, di sebuah stasiun kereta pada 1961.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal terbentuknya salah satu band paling berpengaruh di dunia, The Rolling Stones.
Setahun kemudian, pada 1962, Jagger bersama Keith Richards, Brian Jones, Charlie Watts, dan Bill Wyman mendirikan The Rolling Stones. Di tengah popularitas The Beatles yang saat itu mendominasi dunia musik Inggris, The Rolling Stones hadir dengan karakter berbeda.
Mereka membawa musik blues dan rock dengan citra yang lebih liar, berani, serta penuh energi. Karakter tersebut membuat The Rolling Stones kemudian dikenal sebagai salah satu simbol pemberontakan dalam budaya rock and roll.
Sebagai vokalis, Jagger memiliki daya tarik yang jauh melampaui kemampuan vokalnya. Aksi panggungnya yang eksplosif, gerakan tubuh yang khas, serta karisma kuat membuatnya mampu menguasai ribuan hingga puluhan ribu penonton dalam setiap konser.
Bersama The Rolling Stones, Jagger ikut melahirkan sederet lagu yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah musik dunia. Di antaranya “(I Can’t Get No) Satisfaction,” “Paint It Black,” “Sympathy for the Devil,” “Gimme Shelter,” “Angie,” dan “Start Me Up.”
Lagu-lagu tersebut tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mampu bertahan lintas generasi. Musik The Rolling Stones bahkan terus menemukan pendengar baru meski telah melewati perjalanan lebih dari enam dekade.
Yang membuat perjalanan Jagger semakin istimewa adalah konsistensinya di atas panggung. Memasuki usia 80-an, ia masih mampu tampil bersama The Rolling Stones dengan energi yang menjadi ciri khasnya.
Karier panjang tersebut menjadikan Jagger bukan sekadar vokalis sebuah band, tetapi salah satu figur yang ikut membentuk perkembangan musik populer dunia.
Atas kontribusinya terhadap musik dan budaya populer, Jagger dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Kerajaan Inggris pada 2003. Ia resmi menyandang gelar Sir Mick Jagger, sebagai bentuk pengakuan atas kiprahnya dalam dunia musik.
Dari seorang pemuda di Dartford, Jagger menjelma menjadi legenda global. Lebih dari enam dekade berkarya membuktikan bahwa rock and roll bukan sekadar genre musik, melainkan energi, sikap, dan semangat yang mampu bertahan melewati perubahan zaman.
Hingga kini, nama Mick Jagger tetap menjadi simbol kebebasan, karisma panggung, dan semangat rock and roll. Perjalanannya bersama The Rolling Stones menjadi bukti bahwa seorang musisi dapat melampaui batas generasi dan meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari sejarah musik dunia.(Red)
