Gus Barra memberikan pengarahan dan pembekalan kepada 80 anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 dalam Pemusatan Pelatihan Paskibraka di Hotel Arayanna Trawas.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan. Bagi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda agar memiliki disiplin, mental tangguh, jiwa kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.
Pesan itu disampaikan Muhammad Albarra saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada 80 anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 dalam Pemusatan Pelatihan Paskibraka di Hotel Arayanna Trawas, Sabtu (15/8) malam.
Para anggota Paskibraka tersebut merupakan siswa-siswi terpilih dari berbagai SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta di Kabupaten Mojokerto. Mereka telah melewati rangkaian seleksi dan menjalani pemusatan pelatihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati yang akrab disapa Gus Barraa itu menekankan bahwa keberhasilan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan baris-berbaris. Lebih dari itu, setiap anggota harus mampu menjaga kekompakan, mematuhi arahan pelatih, serta memiliki ketahanan fisik dan mental.
“Kalau ada teman yang mengalami kesulitan, bantu dan kuatkan. Kalian adalah satu pasukan. Karena itu, jangan sampai persoalan pribadi atau masalah-masalah kecil selama pemusatan pelatihan mengganggu kekompakan dan kesiapan kalian,” tegasnya.
Menurut Gus Barraa, menjadi bagian dari Paskibraka merupakan kesempatan berharga untuk membangun karakter. Selama mengikuti pembinaan, para anggota tidak hanya ditempa untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan, kepemimpinan, serta tanggung jawab.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan selamat atas terpilihnya adik-adik sekalian sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia meminta seluruh anggota mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pengalaman yang diperoleh selama pemusatan pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Manfaatkan seluruh proses pembinaan dan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ambil ilmu dan pengalaman yang kalian dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, jiwa korsa, ketahanan fisik, dan ketahanan mental,” pesannya.
Gus Barraa juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Para anggota diminta cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebugaran, serta mengikuti seluruh jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan selama pemusatan pelatihan.
Selain itu, ia meminta seluruh anggota menghindari tindakan insubordinasi dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan arahan pelatih. Sikap saling menghargai, membantu, dan mendukung harus menjadi bagian dari kekompakan satu pasukan.
“Jangan ada yang elek-elekan atau berbuat yang tidak baik. Saling menghargai, saling membantu, dan saling mendukung untuk kelancaran tugas bersama,” katanya.
Ia menyebut tekanan dan kelelahan yang dirasakan selama latihan merupakan bagian dari proses untuk membangun kesiapan. Karena itu, para anggota diminta tidak mudah terbawa emosi dan harus mampu mengendalikan diri ketika menghadapi berbagai tantangan.
Gus Barraa kemudian mengingatkan sebuah ungkapan, lebih baik mandi keringat saat latihan daripada mandi darah saat pertempuran. Menurutnya, pesan tersebut menggambarkan pentingnya menjalani latihan secara serius agar setiap anggota benar-benar siap ketika menghadapi tugas sebenarnya.
“Saya ingin ketika tiba saatnya melaksanakan tugas, seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto berada dalam kondisi sehat, siap, disiplin, memiliki mental yang kuat, dan mampu tampil maksimal pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.
Lebih jauh, Bupati Mojokerto mengaitkan pembinaan Paskibraka dengan tantangan generasi muda di masa depan. Ia mengingatkan bahwa ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045, para anggota Paskibraka saat ini akan berada dalam usia produktif dan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah bangsa.
“Pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaan, kalian akan berada pada usia produktif dan memiliki peran dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan dan mental yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan,” jelasnya.
Di penghujung kegiatan, Gus Barraa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026, mulai dari pelatih, instruktur, pembina, tim kesehatan, panitia, hingga pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kabupaten Mojokerto.
Ia juga berpesan agar seluruh anggota menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Jalankan tugas sesuai dengan arahan yang telah diberikan dan berikan yang terbaik dalam pelaksanaan upacara nanti,” pungkasnya. *ds
#kabupatenmojokerto #diskominfokabupatenmojokerto #paskibraka
