Petugas dari TNI sedang berusaha memadamkan api di lapas kelas IIB Ngawi.(Suaraharianpagi.id/redaksi)
Ngawi – Suaraharianpagi.id
Kebakaran terjadi di area penampungan sampah yang berada di sekitar aula dan area belakang/bimbingan kerja (Bimker) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, Jumat (14/8/2026). Petugas Lapas bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) langsung melakukan penanganan setelah mengetahui adanya titik api.
Berdasarkan laporan atensi pimpinan Lapas Kelas IIB Ngawi, kejadian tersebut pertama kali diketahui pada Jumat siang. Kebakaran terjadi di area belakang/Bimker yang lokasinya terpisah dari blok hunian WBP.
Rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 14.17 WIB. Saat itu, Kepala Regu Pengamanan (Karupam) melaksanakan kontrol situasi dan kondisi lingkungan Lapas. Dari hasil pemeriksaan, kondisi lingkungan dinyatakan aman dan tidak ditemukan adanya api.
Namun, sekitar 14.40 WIB, petugas Pos Menara 2 melihat adanya titik api kecil di area sampah. Petugas kemudian segera menghubungi Karupam melalui alat komunikasi HT untuk menyampaikan informasi tersebut.
Petugas Pos Menara 2 melaporkan bahwa titik api berada di area sampah sekitar aula dan terlihat membakar sebuah kardus kecil. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti sebagai langkah antisipasi agar api tidak menyambar material lain dan meluas ke area Lapas.
Mendapat laporan tersebut, Karupam kemudian menuju lokasi bersama dua WBP, yakni Narto dan Murdianto, untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal terhadap titik api.
Setibanya di lokasi, Karupam mendapati kondisi api telah membesar. Situasi tersebut kemudian segera ditangani dengan melibatkan petugas lainnya.
Selanjutnya, Kasi Kamtib Lapas Kelas IIB Ngawi turut menuju lokasi untuk membantu proses penanganan. Namun, dalam proses tersebut api semakin membesar sehingga dilakukan upaya pengendalian agar kobaran api tidak merembet ke area lain.
Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi Iwan Setiawan kemudian melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Ngawi, Kapolres Ngawi, Komandan Kodim 0805 Ngawi, serta aparat penegak hukum (APH) setempat guna memastikan penanganan kebakaran sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Meski terjadi kebakaran di area belakang, kondisi blok hunian WBP dipastikan tetap aman. Hal ini karena lokasi kebakaran berada di area belakang/Bimker yang terpisah dari blok hunian.
Dalam laporan tersebut juga ditegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian kebakaran.
Hingga laporan dibuat, penyebab munculnya titik api belum dapat dipastikan. Pihak Lapas masih akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui sumber serta penyebab kebakaran.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas IIB Ngawi akan meningkatkan pengawasan dan kontrol terhadap area yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama kawasan penampungan sampah dan area belakang/Bimker.
Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di seluruh lingkungan Lapas akan dipastikan kembali. Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan APH setempat untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa.
Evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan dan deteksi dini juga akan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi Iwan Setiawan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Timur sebagai bahan informasi, evaluasi, serta tindak lanjut.
“Untuk penyebab timbulnya api masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Kami juga terus meningkatkan pengawasan terhadap area yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta memastikan sarana pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan,” demikian poin tindak lanjut dalam laporan Lapas Kelas IIB Ngawi.
Pihak Lapas memastikan keamanan blok hunian WBP tetap menjadi prioritas selama proses penanganan dan evaluasi pascakebakaran berlangsung.(Red)
