Petugas sedang evakuasi korban di SPPG Medali yang meledak dan terbakar.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Ledakan keras di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026) malam, menyisakan cerita mencekam bagi para pekerja yang berada di lokasi.
Salah satu korban selamat, Robiatul Adawiyah, mengaku tubuhnya sempat terpental sekitar dua meter setelah ledakan terjadi. Saat itu, ia tengah menyiapkan bahan makanan bersama seorang rekannya di ruangan yang berada tidak jauh dari area instalasi gas.
Robiatul menuturkan, sebelum kejadian, aktivitas di dalam SPPG berlangsung normal. Ia bersama rekannya sedang memetik selada ketika seorang teknisi berada di sekitar instalasi gas untuk melakukan pengecekan.
Jarak ruangan tempat Robiatul bekerja dengan area instalasi gas diperkirakan sekitar empat meter. Menurutnya, saat itu teknisi sedang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pembuangan gas karena sebelumnya terdapat kendala pada instalasi.
“Waktu itu saya sedang memetik selada sama teman. Ruangan kami sebelah area gas. Sebelumnya memang sudah diingatkan kalau gasnya masih dibuang. Tapi tiba-tiba terdengar suara keras, kemudian api muncul dan saya seperti terdorong,” ujar Robiatul.
Ledakan terjadi secara tiba-tiba. Robiatul mengaku merasakan dorongan kuat dari arah belakang hingga tubuhnya terpental sekitar dua meter.
Dalam kondisi panik, ia berusaha segera keluar dari ruangan. Namun, upaya penyelamatan diri tidak berjalan mudah karena bagian atap bangunan roboh di depannya.
“Rasanya seperti didorong api dari belakang. Saya mau lari, tapi atap sudah roboh di depan. Punggung juga kena,” tuturnya.
Di tengah kepanikan tersebut, seorang rekannya berusaha membantu Robiatul keluar dari lokasi.
“Teman saya langsung menarik, ‘Ayo keluar, ayo keluar’,” imbuhnya.
Setelah berhasil menyelamatkan diri, Robiatul kemudian mendapatkan penanganan medis. Ia mengalami cedera pada bagian pinggang serta lebam dan benjolan di bagian belakang kepala. Bagian kepala yang mengalami benjolan bahkan sempat diperban.
Robiatul mengungkapkan, sebelum ledakan terjadi, persoalan pada sistem gas di SPPG Medali memang sempat muncul.
Sehari sebelum kejadian, gas disebut sempat membeku saat proses memasak berlangsung. Kondisi tersebut membuat kompor mati sehingga aktivitas memasak terganggu.
“Gasnya sempat membeku, terus kompornya mati. Setelah itu teknisi dipanggil untuk menangani,” jelas Robiatul.
Teknisi kemudian datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap instalasi gas. Aktivitas pengecekan terhadap sistem gas juga disebut kembali dilakukan sebelum ledakan terjadi.
Meski demikian, Robiatul tidak mengetahui secara pasti apakah kendala tersebut berkaitan langsung dengan ledakan. Ia menyerahkan penyebab insiden kepada pihak yang berwenang.
“Sebelumnya memang pernah ada kendala gas, tetapi kalau sampai terjadi ledakan seperti ini baru pertama kali,” ungkapnya.
Robiatul diketahui telah bekerja di SPPG Medali sejak tempat tersebut mulai beroperasi pada September 2025. Selama hampir satu tahun bekerja, ia mengaku tidak pernah mengalami kejadian serupa.
Ledakan tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka-luka, tetapi juga mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bangunan SPPG. Hampir seluruh bagian atap bangunan dilaporkan runtuh akibat ledakan dan kebakaran yang terjadi setelahnya.
Aktivitas SPPG Medali kemudian dihentikan sementara. Penghentian dilakukan hingga penyebab pasti ledakan diketahui dan kondisi bangunan serta instalasi dinyatakan aman.
Robiatul berharap pemeriksaan terhadap instalasi gas dilakukan secara menyeluruh sebelum aktivitas SPPG kembali berjalan. Ia juga berharap kondisi seluruh korban segera membaik.
“Saya berharap kondisi semua korban segera pulih dan persoalan teknis di lokasi benar-benar diperiksa sebelum aktivitas kembali berjalan,” pungkasnya.
Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tiga korban mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara dua korban lainnya mengalami luka ringan.
Penyebab pasti ledakan hingga kini masih dalam proses pemeriksaan pihak berwenang.(Dsy)
