Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Polres Mojokerto mulai mengusut penyebab ledakan yang disusul kebakaran di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Polisi menduga kuat insiden tersebut berkaitan dengan persoalan pada instalasi gas.
Ledakan yang terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.25 WIB itu mengakibatkan hampir seluruh bagian atap bangunan SPPG ambruk. Lima orang yang berada di lokasi juga menjadi korban. Tiga di antaranya mengalami luka bakar, sedangkan dua lainnya mengalami luka akibat tertimpa runtuhan bangunan.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, hingga Jumat (14/8/2026), tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, dipastikan hanya korban luka. Dari lima orang yang ada di lokasi, tiga luka bakar, dua kena runtuhan atap,” ujar Andi Yudha seusai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Polisi juga langsung melakukan langkah penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
“Untuk mencari fakta sebenarnya, kami sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki. Kita tunggu nanti dari tim seperti apa hasilnya, penyebabnya,” jelasnya.
Kapolres menyebut informasi awal yang diterima polisi mengarah pada dugaan kebocoran gas. Sebelum ledakan terjadi, terdapat aktivitas perbaikan pada instalasi gas di lokasi SPPG.
Sejumlah saksi disebut melihat adanya proses perbaikan tersebut. Bahkan, sebelum ledakan terdengar suara yang diduga berasal dari gas yang keluar dari instalasi.
“Info awal memang patut diduga sumbernya dari masalah gas. Karena gas ini kemudian ada kebocoran, kemudian memang sempat ada beberapa saksi yang mengatakan bahwa itu dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, ketika proses perbaikan berlangsung, terdengar suara seperti gas keluar. Tidak lama berselang, ledakan terjadi.
“Dalam proses inilah kemudian terdengar ada suara-suara semacam gas keluar, tidak lama kemudian terjadi ledakan,” katanya.
Meski demikian, Kapolres menegaskan informasi tersebut masih sebatas dugaan awal. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan untuk memastikan sumber api maupun mekanisme hingga ledakan terjadi.
“Detailnya kita akan tunggu nanti dari tim seperti apa progresnya,” tegasnya.
Selain mengumpulkan keterangan saksi, kepolisian juga akan melihat aspek teknis instalasi gas dan peralatan memasak yang digunakan di SPPG.
Andi Yudha menjelaskan, dapur yang digunakan untuk memasak dalam jumlah besar memiliki peralatan dan sistem gas yang berbeda dengan dapur rumah tangga. Peralatan tersebut dirancang untuk kebutuhan memasak dalam kapasitas besar.
“Tabung yang meledak itu memang bentuknya berbeda. Kalau untuk standar masak dalam porsi yang besar memang ada bentuk struktur yang disesuaikan,” jelasnya.
Menurutnya, sistem yang digunakan dalam dapur SPPG juga memiliki standar tertentu, mulai dari penyediaan gas, saluran pemipaan hingga perangkat memasak.
“Digunakan secara khusus, bahkan peralatannya sendiri juga memiliki standar. Tentu ada semacam SNI yang menaungi, mulai dari penyediaan gasnya, saluran pemipaan, model alat masak yang digunakan,” ujarnya.
Ia mencontohkan peralatan memasak nasi dalam jumlah besar yang memiliki bentuk seperti oven berukuran besar dan penggunaannya telah memiliki standar tersendiri.
“Misalnya memasak nasi dalam bentuk semacam oven yang besar, itu sudah ada standarisasi,” imbuhnya.
Polres Mojokerto hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Tim akan mendalami kondisi instalasi gas, proses perbaikan yang dilakukan sebelum kejadian, serta keterangan para saksi yang berada di lokasi.
Pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memastikan apakah ledakan benar-benar dipicu kebocoran gas atau terdapat faktor teknis lain yang menyebabkan terjadinya insiden.
Sementara itu, aktivitas SPPG Medali dihentikan sementara pascaledakan. Bangunan mengalami kerusakan cukup parah dengan hampir seluruh bagian atap ambruk akibat ledakan dan kebakaran.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab pasti insiden yang menimbulkan lima korban luka tersebut dapat diketahui.(Dsy)
