pemasangan dan penataan sling baja pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Dlanggu dan Kecamatan Bangsal.(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI di wilayah Kodim 0815/Mojokerto terus dikebut. Hingga Selasa (11/8), progres pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Dlanggu dan Kecamatan Bangsal tersebut telah mencapai 70 persen.
Jembatan tersebut berada di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pemasangan dan penataan sling baja yang menjadi salah satu bagian vital dalam konstruksi jembatan gantung.
Sejumlah pekerjaan utama sebelumnya telah rampung, meliputi galian dan urugan tanah, pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop batu kali, beton block dan block kait angin, pemasangan angkur, serta pembangunan tiang pylon siku sepanjang 4,5 meter.
Pada konstruksi baja, pemasangan sling baja utama berdiameter 1,5 inci dan sling bawah berdiameter 1 inci telah mencapai 100 persen. Sementara sling baja kait angin berdiameter 1/2 inci masih dalam proses pengerjaan dan telah mencapai sekitar 50 persen.
Di lokasi, personel TNI bersama teknisi dan masyarakat terlihat bergotong royong melakukan penarikan, pemasangan, hingga penataan sling baja. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan aspek keselamatan kerja.
Selain konstruksi sling, pengerjaan lantai jembatan juga terus dilanjutkan dengan progres sekitar 60 persen. Percepatan pembangunan dilakukan agar jembatan dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan pengerjaan dengan melibatkan personel TNI, teknisi, dan masyarakat sekitar.
“Saat ini pekerjaan terus diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, termasuk pemasangan dan penataan sling baja serta pengerjaan lantai jembatan. Gotong royong antara personel di lapangan dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI memiliki manfaat strategis bagi masyarakat karena akan menjadi akses penghubung yang lebih dekat dalam menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut membentang di atas Sungai Kali Gede yang memiliki lebar sekitar 20 meter. Jembatan ini nantinya menghubungkan Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, dengan Dusun Sukosari, Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal.
Keberadaan akses baru tersebut juga dinilai akan membantu aktivitas masyarakat, termasuk para pekerja sektor pertanian dari Dusun Sukosari yang selama ini beraktivitas di lahan pertanian wilayah Desa Tumapel.
Bagi warga, pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik karena dapat memangkas jarak tempuh sekaligus mempermudah mobilitas menuju wilayah seberang.
Kiptiah (55), warga Dusun Dempel, Desa Tumapel, mengaku senang dengan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda. Ia berharap jembatan tersebut segera selesai dan dapat digunakan masyarakat.
“Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan ini. Nanti masyarakat lebih mudah untuk beraktivitas karena tidak perlu lagi memutar jauh. Apalagi jembatan ini menghubungkan Dusun Dempel dengan wilayah Dusun Sukosari,” ungkap Kiptiah.
Dengan penerima manfaat mencapai sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga, jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian di kedua wilayah.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses penghubung yang lebih dekat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Mojokerto. *ds
#kodim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto
