Stok Beras yang ada di salah satu retail modern.(suaraharianpagi.id/dok.bulog)
Jawa Timur – suaraharianpagi.id
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur terus memperkuat pasokan beras di pasaran sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di wilayah Jawa Timur. Selain menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog Jatim juga meningkatkan distribusi beras premium ke berbagai jaringan ritel modern.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan distribusi beras premium dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Menurutnya, sejumlah jaringan ritel modern yang menjadi mitra penyaluran beras premium Bulog Jatim antara lain Indomarco, Indogrosir, Superindo, Basmalah, serta berbagai ritel modern lainnya. Seluruh pasokan berasal dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) milik Bulog Jatim.
“Selain Beras SPHP kualitas medium yang rutin didistribusikan ke pasar-pasar dan ritel modern, Bulog Jatim juga melakukan penjualan beras premium yang saat ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat,” ujar Langgeng.
Ia menjelaskan, saat ini Sentra Penggilingan Padi Bulog Jatim memiliki stok setara beras premium sebanyak 2.000 ton. Beras tersebut dipasarkan di jaringan ritel modern dengan harga Rp14.900 per kilogram.
Untuk mendukung kelancaran produksi, Bulog Jatim mengoperasikan empat Sentra Penggilingan Padi yang berlokasi di Banyuwangi, Jember, Bojonegoro, dan Ponorogo. Selain itu, Bulog juga memiliki satu Kompleks Sentra Penggilingan Beras (SPB) di Sidoarjo yang turut menopang produksi beras premium.
Langgeng menegaskan, seluruh fasilitas produksi tersebut dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan beras premium di pasaran sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan beras berkualitas secara berkelanjutan, sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di Jawa Timur. *ds
