Upacara peringati Hari Anak Nasional di lapas kelas IIB Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman kantor Lapas, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Lapas Mojokerto dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Indonesia.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jajaran petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto. Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Anak merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya. Anak adalah aset bangsa yang harus tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” demikian amanat Menteri PPPA yang dibacakan Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad.
Ia menegaskan, tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” mengandung makna bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, hingga ancaman di ruang digital.
“Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa agar hak-hak anak dapat terpenuhi secara optimal,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan pentingnya membangun masa depan bangsa melalui investasi terhadap tumbuh kembang anak. Salah satunya diwujudkan melalui Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mengajak seluruh masyarakat memperkuat budaya gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung perkembangan anak secara optimal.
“Melalui Gerakan BERLIAN, seluruh elemen masyarakat diajak bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” ujar Arifin saat membacakan amanat tersebut.
Menutup kegiatan, Kalapas Mojokerto berharap peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Lapas Mojokerto untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kepedulian dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Dengan semangat kasih sayang, perlindungan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa, diharapkan setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.(Dsy)
