Gus Bupati menyerahkan secara simbolis Dua unit combine harvester besar kepada Kelompok Tani Tani Mulyo 3 Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kegiatan Panen Padi dan Penyerahan Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kamis (16/7).
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa itu menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian. Selain melaksanakan panen padi bersama petani, Bupati yang akrab disapa Gus Barra juga menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Bantuan yang disalurkan meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dua unit combine harvester besar, serta 23.670 kilogram benih jagung untuk 104 kelompok tani. Seluruh bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.
Secara simbolis, bantuan 22 unit pompa air 3 inci senilai Rp187.110.000 diserahkan kepada Kelompok Tani Dahlia Jingga Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 10 unit senilai Rp1 miliar diterima Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging.
Selanjutnya, bantuan 13 unit irigasi perpompaan senilai Rp2.024.100.000 diserahkan kepada Kelompok Tani Tani Jaya Desa Perning, Kecamatan Jetis. Dua unit combine harvester besar senilai Rp816 juta diterima Kelompok Tani Tani Mulyo 3 Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, sedangkan bantuan benih jagung sebanyak 23.670 kilogram senilai Rp1.420.200.000 diserahkan secara simbolis kepada Kelompok Tani Subur Makmur Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu sebagai perwakilan 104 kelompok tani penerima.
Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan bahwa panen padi merupakan wujud rasa syukur atas kerja keras para petani yang telah mengelola lahan dengan penuh ketekunan.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa. Kabupaten Mojokerto memiliki potensi yang besar untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Menurut Gus Barra, penguatan sektor pertanian merupakan implementasi Misi Ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah. Sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Ia juga mengakui sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ketersediaan air, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga berkurangnya tenaga kerja pertanian. Karena itu, Pemkab Mojokerto terus mendorong mekanisasi pertanian dan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) agar produktivitas padi dapat meningkat hingga 10–12 ton per hektare.
“Saya optimistis, dengan semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Mojokerto akan terus menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur dan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program swasembada pangan nasional,” pungkasnya. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #diskominfokabupatenmojokerto
