Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang saat menyambut kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Jombang ke rumah kelahiran Bung Karno, Rabu (20/05).(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang mendesak pemerintah segera menetapkan rumah kelahiran Sang Proklamator Ir. Soekarno atau Bung Karno sebagai cagar budaya. Penetapan tersebut dinilai penting untuk menjaga nilai sejarah sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Harapan itu disampaikan warga usai kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang ke rumah kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Rabu (20/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi sisa bangunan rumah yang diyakini menjadi tempat lahir Bung Karno, sekaligus berdialog dengan warga dan pegiat sejarah.
Salah satu warga Desa Rejoagung, Abdul Ghoni mengatakan, penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor ekonomi.
“Kami berharap agar rumah kelahiran Bung Karno ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya. Agar dampaknya dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” ujar Abdul Ghoni.
Ia juga berharap perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada situs rumah kelahiran Bung Karno, tetapi juga terhadap infrastruktur lingkungan sekitar. Menurutnya, akses jalan dan penerangan menuju lokasi masih perlu dibenahi.
“Kami berharap jalan lingkungan dan lampu penerangan jalan menuju lokasi juga bisa diperhatikan,” tambahnya.
Dukungan penetapan rumah kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya juga datang dari Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM Kuswartono. Ia menilai kejelasan sejarah tempat lahir Bung Karno penting karena tokoh proklamator tersebut merupakan figur besar yang dikenal dunia internasional.
“Kita berharap pemerintah segera menetapkan. Karena di dalam dokumen pahlawan-pahlawan tempat lahirnya Bung Karno belum jelas, masih debatebel,” kata Kuswartono.
Menurutnya, jika sejarah kelahiran Bung Karno terus menjadi perdebatan tanpa ada kejelasan resmi, hal tersebut justru menjadi catatan buruk bagi bangsa Indonesia.
“Karena sosok Soekarno ini adalah sosok dunia. Banyak dunia yang bertanya-tanya, dan kita tidak bisa menjawab. Ini kan aib sebenarnya,” ujarnya.
“Untuk itu kami minta situs kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati merespons aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di sekitar lokasi rumah kelahiran Bung Karno. Ia memastikan pihaknya akan berupaya mengusulkan anggaran melalui pokok pikiran (Pokir) dewan.
“Nanti kita masukkan Pokir saya. Kita juga berproses. Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2027 ada anggaran, agar nanti ini bisa direalisasikan,” ujar Erna Kuswati.
Penetapan rumah kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya diharapkan tidak hanya memperkuat nilai sejarah, tetapi juga menjadi destinasi edukasi dan wisata sejarah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.(Dsy)
