Komisi D DPRD Kabupaten Jombang saat berkunjung ke rumah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang, Rabu (20/05).(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Komisi D DPRD Kabupaten Jombang melakukan kunjungan ke rumah kelahiran Sang Proklamator Ir. Soekarno atau Bung Karno yang berada di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (20/05/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menelusuri sekaligus memperkuat kajian sejarah terkait tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia itu.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan melihat langsung sisa bangunan rumah yang diyakini menjadi lokasi kelahiran Bung Karno. Mereka juga berdialog dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, para penelusur sejarah, serta warga setempat.
Rombongan DPRD turut menerima pemaparan sejarah dari Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat. Ia menjelaskan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902, saat wilayah Ploso masih masuk dalam Karesidenan Surabaya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi para pegiat sejarah yang selama ini memperjuangkan pengakuan terhadap situs kelahiran Bung Karno di Ploso.
“Untuk melihat langsung situs kelahiran Bung Karno. Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan titik terang dengan Disdikbud Jombang berkirim surat lagi ke Kementerian Kebudayaan,” ujar Erna Kuswati.
Ia berharap komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan pihak terkait segera menemukan kejelasan agar proses penetapan situs bersejarah tersebut dapat segera dilakukan.
“Mudah-mudahan segera ada jawaban, kemudian segera bisa dilakukan koordinasi supaya nanti bisa bertemu dengan pihak dari Surabaya. Semoga ini semuanya bisa clear,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul Illah atau yang akrab disapa Cak Nas menjelaskan, sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso awalnya masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Namun, seiring waktu, berbagai data dan dokumen pendukung mulai ditemukan dan menguatkan fakta sejarah tersebut.
“Pada tahun itu, Kabupaten Jombang belum ada dan masih menjadi bagian dari Karesidenan Surabaya,” kata Cak Nas.
Menurutnya, sejumlah data penting yang memperkuat bahwa Bung Karno lahir di Ploso Jombang pada 6 Juni 1902 di antaranya Surat Keputusan penempatan ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, yang mulai bertugas sebagai guru Sekolah Ongko Loro di Ploso pada 28 Desember 1901.
Selain itu, terdapat pula tulisan tangan ayah Bung Karno yang menyebut tahun kelahiran Bung Karno pada 1902, serta data pendaftaran kuliah Bung Karno di THS Bandung atau yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB), yang mencatat tanggal lahir Bung Karno pada 6 Juni 1902.
Kunjungan Komisi D DPRD Jombang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pengakuan sejarah sekaligus mendorong pelestarian situs rumah kelahiran Bung Karno sebagai bagian penting perjalanan bangsa Indonesia.(Dsy)
