Pemerhati sejarah Jombang Cak Arif.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharaianpagi.id
Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau yang akrab disapa Cak Arif, menilai narasi sejarah mengenai kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Ploso, Jombang, merupakan aset besar yang seharusnya dikelola secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Menurut Cak Arif, narasi sejarah tersebut bukan hanya penting dari sisi identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
“Ini bukan sekadar cerita sejarah, tetapi aset yang bisa memberi dampak ekonomi jika dikelola dengan benar. Pemkab seharusnya lebih responsif menangkap peluang ini,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, keyakinan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902, didukung oleh berbagai sumber. Mulai dari kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang hingga hasil penelusuran para pemerhati sejarah, baik melalui dokumen tertulis maupun cerita tutur yang berkembang di masyarakat.
“Ini seharusnya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jombang. Bung Karno adalah proklamator sekaligus Presiden pertama RI. Fakta ini harus direspons dengan komitmen nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Cak Arif menyebut, langkah konkret yang bisa dilakukan Pemkab Jombang antara lain menetapkan lokasi kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, disertai upaya pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan.
Ia juga menyinggung soal status kepemilikan bekas rumah kelahiran Bung Karno yang hingga kini masih milik pribadi. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk membelinya demi kepentingan publik.
“Ini jejak sejarah tokoh besar bangsa. Sudah semestinya menjadi perhatian serius. Perlu dipikirkan juga rekonstruksi bangunan, penataan kawasan, hingga pengembangan UMKM di sekitarnya. Ini aset luar biasa,” tambahnya.
Senada dengan itu, budayawan Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, sebelumnya juga menyampaikan bahwa kelahiran Bung Karno di Jombang merupakan sebuah kebanggaan besar bagi daerah.
“Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jombang,” ujar Cak Nas pada Senin (9/6/2025) lalu.
Ia berharap, jika nantinya situs tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, pemerintah dapat melakukan pemugaran terhadap bekas rumah kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Selain aspek fisik, Cak Nas juga menekankan pentingnya transformasi nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Bung Karno kepada generasi muda, khususnya para pelajar.
“Ketika nanti dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, harus ada muatan edukasi. Nilai-nilai kebangsaan Bung Karno perlu ditransformasikan di lokasi tersebut,” pungkasnya.*dsy
