Wakil Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) RI, Aminuddin Ma’ruf, saat melakukan kunjungan kerja ke kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur.(Suaraharianpagi.id/Yayuk).
Surabaya – Suaraharianpagi.id
Wakil Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) RI, Aminuddin Ma’ruf, melakukan kunjungan kerja ke kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur di Jalan Embong Trengguli, Surabaya, Senin (22/12/2025) petang. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dalam kunjungan itu, Aminuddin didampingi Direktur Distribusi PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri serta General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir. Ia menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di Jawa Timur berada dalam status aman dengan cadangan daya mencapai sekitar 30 persen dari beban puncak maksimal.
“Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan pergerakan masyarakat yang sangat masif selama libur Nataru. Banyak warga dari berbagai kabupaten datang ke wilayah ini, sehingga keandalan listrik menjadi sangat krusial,” ujar Aminuddin.
PLN, lanjutnya, memastikan ketersediaan pasokan listrik dan energi primer berada dalam kondisi aman. Berdasarkan data yang dipaparkan, proyeksi beban puncak pada Hari Raya Natal 2025 diperkirakan mencapai 6.548 megawatt (MW), sementara daya pasokan tersedia sebesar 10.712 MW. Adapun pada malam Tahun Baru 2026, beban puncak diproyeksikan menurun menjadi 5.925 MW dengan cadangan daya tetap terjaga di kisaran 21 persen.
Selain menjamin pasokan listrik bagi rumah tangga dan pusat-pusat keramaian, PLN juga mendukung kelancaran mobilitas pengguna kendaraan listrik. Seluruh Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik dan wilayah strategis telah dilakukan pengecekan dan pengujian.
Pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan fitur Trip Planner melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi hotline SPKLU yang beroperasi selama 24 jam.
Sebagai bagian dari kesiapan nasional menghadapi Nataru, PLN menyiagakan sekitar 69.000 personel, 3.392 posko siaga, serta ribuan peralatan pendukung, mulai dari genset, uninterruptible power supply (UPS), gardu bergerak, hingga kendaraan operasional. Kesiapsiagaan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan kondisi darurat.
Untuk wilayah rawan bencana, termasuk kawasan sekitar Gunung Semeru, PLN juga telah menyiapkan tim dan peralatan darurat guna memastikan proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan.*Yuk
