Sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata baik nasional dan mandiri Pamekasan.(Suaraharianpagi.id/Muksin)
Pamekasan – Suaraharianpagi.id
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan mendapat apresiasi atas konsistensinya dalam mendukung Program Adiwiyata. Pada 2025, sebanyak lima sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat, Jumat (19/12/2025). Lima sekolah yang meraih predikat Adiwiyata Nasional antara lain SDN Padelegan 1 Kecamatan Pademawu, SDN Karang Anyar Kecamatan Proppo, SDN Tlonto Raja 4 Kecamatan Pasean, SMP Negeri 1 Pamekasan Kecamatan Pamekasan, serta SDN Kowel 1 Pamekasan yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri.
Kepala DLH Pamekasan menjelaskan, terdapat sejumlah indikator yang harus dipenuhi sekolah untuk meraih predikat Adiwiyata. Di antaranya adalah kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, penerapan budaya lingkungan bersih dan hijau, serta terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan sehat.
“Selain itu, keberadaan kurikulum berbasis lingkungan juga menjadi indikator penting dalam penilaian,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Ia menambahkan, penerapan perencanaan berbasis lingkungan, pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau, serta upaya pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan diharapkan mampu mencetak peserta didik yang unggul dan memiliki karakter peduli lingkungan.
“Kami berharap status Adiwiyata ini dapat terus dipertahankan dengan membudayakan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau, serta mampu meraih prestasi yang lebih gemilang di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
DLH Pamekasan juga berharap sekolah-sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Nasional dapat meningkatkan capaian mereka hingga menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri.
“Semoga sekolah yang telah meraih Adiwiyata Nasional ke depan bisa naik tingkat menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri,” pungkasnya.*Sin
