Pantauan cctv pintu tol warugunung masih terlihat sepi kendaraan.(Dokumen PJR 3 Polda Jatim)
Surabaya – Suaraharianpagi.id
Arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Gerbang Tol (GT) Warugunung, Surabaya, selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 terpantau mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) jajaran Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur pada periode Minggu (21/12/2025) hingga Senin (22/12/2025).
Data yang dihimpun PJR Jatim III Tol Warugunung mencatat, jumlah kendaraan yang keluar dari Surabaya menuju arah Mojokerto–Jombang melalui GT Warugunung mencapai 22.100 kendaraan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan volume lalu lintas hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 25.701 kendaraan.
Puncak arus keluar Surabaya terjadi pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dengan jumlah kendaraan mencapai 1.530 unit per jam. Setelah itu, volume lalu lintas berangsur menurun hingga dini hari.
Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke Surabaya melalui Exit GT Warugunung tercatat sebanyak 25.100 kendaraan. Jumlah tersebut turun sekitar 1,5 persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 25.481 kendaraan. Kepadatan tertinggi terjadi pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dengan total 1.670 kendaraan melintas dalam satu jam.
Panit PJR 3 Polda Jawa Timur, Ipda Ridho Pramana, mengatakan bahwa secara umum arus lalu lintas di kawasan GT Warugunung selama Operasi Lilin Semeru 2025 masih terpantau aman dan terkendali.
“Secara keseluruhan volume kendaraan mengalami penurunan dan tidak terjadi kepadatan signifikan. Puncak arus lalu lintas terjadi pada sore hari, namun masih dalam batas normal dan dapat terurai dengan cepat,” ujar Ipda Ridho Pramana, Senin (22/12/2025).
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas secara intensif guna mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan, khususnya menjelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol agar tetap mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama,” pungkasnya.*dsy
