Kiai Asep bersama Menteri Desa dan Bupati Mojokerto dalam acara peletakan batu pertama pembangunan lanjutan kampus kedokteran UAC.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Universitas Abdul Chalim (UAC) Pacet, Kabupaten Mojokerto, resmi memulai pembangunan lanjutan pengembangan kampus Fakultas Kedokteran melalui prosesi peletakan batu pertama yang digelar di Jl. Raya Tirtowening Pacet No.17, Bendorejo, Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61374, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Si., serta Bupati Mojokerto Muhammad Albarra. Turut hadir pula jajaran pejabat pemerintah, tokoh agama, dan sivitas akademika UAC.
KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian dari pengembangan besar Universitas Abdul Chalim untuk memperkuat peran pendidikan tinggi berbasis pesantren. Selain Fakultas Kedokteran, UAC juga tengah menyiapkan pembukaan sejumlah fakultas baru.
“Dalam waktu dekat kami akan membuka fakultas pertanian, teknik, dan bisnis, serta melanjutkan pembangunan fakultas kesehatan dan kedokteran. Kami berharap UAC dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya Islam,” ujar KH Asep dalam sambutannya.
Ia menargetkan pembangunan gedung-gedung baru tersebut dapat rampung dalam waktu satu tahun, dengan total luas bangunan mencapai sekitar 16.000 meter persegi.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyambut baik pengembangan kampus UAC. Menurutnya, kehadiran fakultas-fakultas baru akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengapresiasi pengembangan Universitas Abdul Chalim. Ini sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat Mojokerto,” katanya.
Gus Barra menambahkan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar UAC terus berkembang dan mampu menghasilkan riset serta lulusan yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto menilai pengembangan UAC memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda desa yang unggul dan berdaya saing. Ia menyebut, Kementerian Desa akan mendorong pemuda-pemudi desa untuk memanfaatkan keberadaan kampus tersebut.
“Universitas Abdul Chalim bisa menjadi wadah bagi anak-anak desa yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya di bidang pertanian, kesehatan, dan ilmu keagamaan. Ini sejalan dengan semangat membangun dari desa,” ujarnya.
Yandri juga berharap UAC mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan keagamaan.*dsy
